AS Dorong Investasi dan Teknologi di Indonesia

Jumat, 12 Jun 2026, 06:03 WIB

Jakarta – Amerika Serikat (AS) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia di berbagai bidang, mulai dari teknologi, mineral kritis, investasi, pendidikan, hingga keamanan. Penguatan kemitraan tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, stabilitas kawasan, dan pengembangan sumber daya manusia di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dikutip dari Antara, Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Peter Haymond, mengatakan hubungan Indonesia dan AS memiliki potensi yang semakin besar untuk berkembang, terutama pada sektor-sektor yang menjadi fokus pembangunan kedua negara.

Ket. Foto: Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS di Indonesia Peter Haymond berbicara dalam konferensi pers “Independence Day 2026: 250 Years of American Independence” di Jakarta (11/6). — Sumber: ANTARA/Cindy Frishanti

“Kita akan terus bekerja sama di bidang teknologi baru, mineral kritis, pembangunan lingkungan bisnis yang dapat mendorong investasi asing ke Indonesia, dan bidang keamanan,” kata Haymond dalam konferensi pers Independence Day 2026: 250 Years of American Independence di Jakarta, Kamis (11/6) malam.

Menurut dia, AS memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia-Pasifik. Karena itu, penguatan kerja sama ekonomi dan investasi akan terus menjadi prioritas dalam hubungan bilateral kedua negara.

Haymond menjelaskan bahwa pembangunan iklim usaha yang sehat dan kompetitif menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi asing dan memperluas peluang perdagangan. Melalui kerja sama yang lebih erat, kedua negara diharapkan dapat menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Selain bidang ekonomi, kerja sama keamanan juga menjadi perhatian penting. Namun, Haymond menekankan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak lagi terbatas pada isu tradisional seperti perlindungan perbatasan atau keamanan maritim.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai ancaman baru yang memerlukan kolaborasi lintas negara untuk mengatasinya.

Ia mencontohkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat dan dunia usaha, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.

“Jadi, kami perlu bekerja sama dengan Indonesia dan mitra lainnya untuk melawan tantangan-tantangan keamanan baru tersebut, seperti perjudian daring dan penipuan daring,” ujarnya.

Haymond menilai kerja sama dalam menghadapi ancaman digital menjadi semakin penting karena kejahatan siber berkembang dengan sangat cepat dan sering kali melibatkan jaringan lintas negara. Oleh karena itu, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sistem keamanan digital menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

Di sektor pendidikan, AS juga ingin memperluas kemitraan dengan Indonesia agar semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas internasional.

Menurut Haymond, peluang kerja sama dapat dilakukan melalui berbagai program beasiswa, pertukaran pelajar, pertukaran akademisi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Kita juga bisa berbagi materi pengajaran karena kedua negara kita peduli pada generasi muda sebagai masa depan negara kita,” katanya.

Ia menambahkan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi pembangunan suatu bangsa. Karena itu, penguatan hubungan antarlembaga pendidikan menjadi salah satu agenda penting dalam kemitraan Indonesia-AS.

Dalam kesempatan tersebut, Haymond juga menyampaikan kesan positifnya setelah melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun lalu. Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa hubungan kedua negara memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang.

“Saya yakin kemitraan AS-Indonesia akan terus tumbuh lebih kuat dan mencapai tingkatan baru di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Peluang Kolaborasi

Sementara itu, penguatan hubungan Indonesia dan AS juga tercermin melalui kerja sama di bidang pengetahuan dan kebudayaan. Duta Besar Republik Indonesia untuk AS, Indroyono Soesilo, melakukan kunjungan ke Library of Congress di Washington DC guna membahas peluang kerja sama antara lembaga perpustakaan kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Indroyono diterima oleh Sarah Rhodes dari Congressional and Intergovernmental Office serta Naomi dari Copyright Office. Mereka membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pertukaran buku, pengayaan koleksi, hingga perluasan akses pengetahuan.

“Koleksi Indonesia yang tersimpan di Library of Congress merupakan bukti bahwa bangsa kita memiliki kontribusi penting dalam khazanah pengetahuan dunia,” kata Indroyono.

  • Investasi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.