Pembukaan Piala Dunia Bakal Spektakuler dari Tiga Stadion, Meksiko Siap Gulung Afrika Selatan
Kamis, 11 Jun 2026, 05:35 WIBMEXICO CITY â Pada hari Jumat dini hari nanti seluruh mata seantero bumi akan diarahkan pada pembukaan Piala Dunia 2026 di tiga negara. Pembukaan dijanjikan spektakuler di tiga stadion. Pembukaan di Estadio Banorte atau Estadio Azteca di Mexico City, dimulai Kamis pukul 18.30 waktu Meksiko yang bertepatan dengan Jumat dini hari pukul 00.00 WIB dan bakal diagungkan oleh lagu tema "Dai Dai"Â yang akan dibawakan Shakira dan Burna Boy.
Dalam hari yang sama, SoFi Stadium di Inglewood, Los Angeles, California, juga menggelar seremoni sama yang di antaranya menampilkan Katy Perry.
Sedangkan BMO Field di Toronto, Kanada, akan lebih sensasional karena mengusik Amerika Serikat dan sentimen pro-Israel di sana, dengan menampilkan penyanyi Palestina, Elyanna.
Namun, hanya Estadio Banorte yang meneruskan upacara pembukaan Piala Dunia 2026 dengan pertandingan sepak bola yang menjadi pembuka Piala Dunia edisi 48 tim ini.
Di sini, tuan rumah Meksiko yang jagoan Concacaf akan ditantang oleh Afrika Selatan, dalam pertandingan Grup A pada Jumat dini hari pukul 02.00 WIB.
Kedua negara sudah pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia sebelumnya.
Meksiko bahkan dua kali, pada 1970 ketika Pele membawa Brasil menjuarai turnamen ini dan 1986 ketika Diego Maradona memulangkan trofi Piala Dunia ke Argentina.
Afrika Selatan menjadi tuan rumah pada 2010 saat Spanyol untuk pertama kali menjuarai Piala Dunia FIFA.
Jadi bisa dibilang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 adalah pertemuan para tuan rumah Piala Dunia.
Meksiko bisa digolongkan sebagai langganan Piala Dunia karena hampir selalu mengikuti turnamen ini sejak pertama kali diadakan pada 1930 di Uruguay.
Dari 23 edisi Piala Dunia sejauh ini, termasuk edisi 2026, Meksiko hanya absen lima kali, termasuk Piala Dunia 1990 setelah FIFA melarang negara ini turut serta dalam turnamen-turnamen FIFA akibat memainkan empat pemain tidak sah dalam Piala Concacaf U20 pada 1988.
Pencapaian tertinggi Meksiko dalam Piala Dunia adalah perempat final 1970 dan 1986.
Kecuali pada 2022, dari 1994 di Amerika Serikat sampai 2018 di Rusia, El Tri selalu mencapai babak 16 Besar.
Jadi, wajar jika pada kesempatan ketiga menjadi tuan rumah Piala Dunia ini, Meksiko membidik langkah yang lebih jauh lagi, apalagi pada Piala Dunia 2022 di Qatar mereka terhenti di fase grup.
Meksiko memang favorit juara Grup A yang diisi pula Korea Selatan dan Republik Ceko.
Seharusnya Meksiko
Berperingkat ke-14 dalam daftar ranking FIFA, Meksiko lolos otomatis karena tuan rumah. Tapi El Tri memang jago, karena tahun lalu menjuarai CONCACAF Nations League dan Piala Emas.
Cuma, setelah itu Meksiko tak pernah menang dalam enam laga persahabatan sepanjang 2025.
Namun tahun ini performa El Tri meningkat setelah mengimbangi dua raksasa Eropa, yakni Portugal dan Belgia, lalu mengalahkan Ghana, Australia, dan Serbia.
Jumat dini hari nanti El Tri akan membuktikan mereka pantas maju lebih jauh lagi, dengan menjadikan Afrika Selatan sebagai batu ujian pertama mereka.
Afrika Selatan sendiri baru bisa mengikuti Piala Dunia 1998.
Juara Afrika dua kali itu pernah dilarang mengikuti turnamen FIFA sejak 1970 sampai 1990 akibat politik apartheid.
Meski begitu, mereka tergolong relatif sering mengikuti putaran final Piala Dunia.
Edisi 2026 sendiri adalah Piala Dunia keempatnya setelah 1998, 2002, dan 2010.
Dalam ketiga edisi terdahulu, Afrika Selatan tak pernah bisa melewati fase grup. Dari total 9 laga, mereka memenangkan tiga pertandingan, dan empat kali kalah.
Bandingkan dengan Meksiko, yang tak pernah kalah dalam tiga edisi Piala Dunia yang sama.
Tetapi Afrika Selatan unggul head to head terhadap Meksiko. Dalam dua pertemuan kedua tim sebelumnya, Afrika Selatan menang sekali dan sekali seri.
Bafana Bafana yang berperingkat 60 dalam ranking FIFA, lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjuarai Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika.
Mereka bahkan di atas Nigeria yang langganan juara Afrika dan peserta aktif putaran final Piala Dunia.
Walau jumlah poin mereka dipangkas tiga poin akibat menggunakan pemain yang tidak sah, Afrika Selatan tetap menjuarai grup itu untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Diarsiteki pelatih asal Belgia, Hugo Broos, Afrika Selatan tak pernah menang dalam empat pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia 2026, termasuk tumbang di tangan Panama.
Jika melihat riwayat dan level kedua tim saat ini, Meksiko seharusnya memenangkan pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 ini.
El Tri juga tak pernah kalah dalam fase grup ketika menjadi tuan rumah edisi 1970 dan 1986.
Duel sengit
Ketika Meksiko membutuhkan kemenangan, maka mereka akan sangat berharap kepada mantan pemain Atletico Madrid yang kini membela Wolverhampton Wanderers, Raul Jimenez.
Jimenez berpeluang menyamai pencapaian Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Meksiko.
Jimenez adalah mata pisau ketika Meksiko, dalam formasi favorit Meksiko dan pelatih Javier Aguirre, 4-3-3. Dalam pola ini, pergerakan dinamis, transisi cepat, dan penguasaan bola menjadi nafas permainan El Tri.
Tetapi Aguirre juga pelatih yang pragmatis, yang jika menghadapi lawan lebih kuat tidak akan segan untuk memasang tiga bek tengah baik dalam formasi 5-3-2 maupun 5-4-1.
Tapi pola apa pun yang dipakainya, Aguirre tak akan pernah meninggalkan bek tengah berpengalaman yang acap berperan sebagai gelandang bertahan, Edson Alvarez.
Pemain West Ham United yang dipinjamkan kepada Fenerbache itu adalah kapten Meksiko yang sudah memimpin El Tri dalam 98 pertandingan.
Kiper veteran Guillermo Ochoa yang sudah berusia 40 tahun atau Raul Rangel akan menjadi benteng terakhir El Tri.
Lini tengah Meksiko kemungkinan besar diisi Orbelin Pineda dan Luis Chavez yang sarat pengalaman. Tetapi jika merasa perlu menyuntikkan darah segar, Aguirre siap melibatkan talenta muda Gilberto Mora.
Namun, mengingat Afrika Selatan tidak lebih kuat dari Meksiko, Aguirre mungkin akan tergoda untuk memasang tiga penyerang sekaligus dalam formasi baku Meksiko, 4-3-3.
Di sini, Jimenez akan bermitra dengan Roberto Alvarado dan Julian Quinones, yang menciptakan 33 gol dari 31 pertandingan untuk klub Al-Qadsiah di Saudi Pro League, guna membentuk trisula yang siap meneror Bafana Bafana sepanjang laga.
Menghadapi tim eksplosif berorientasi menyerang seperti Meksiko, Afrika Selatan yang sejak 2021 ditangani pelatih Hugo Broos, kemungkinan besar memasang formasi yang menekankan keseimbangan dan soliditas, 4-4-2.
Tapi Broos juga bisa membuat Afrika Selatan memainkan tiga bek tengah. Broos sudah terbiasa memasang formasi ini, baik dengan variasi dua penyerang maupun satu ujung tombak di lini serang.
Namun, apa pun formasi yang diadopsi Broos, Afrika Selatan akan bertumpu pada bek Liga Jerman Ime Okon dan Mbekezeli Mbokazi di jantung pertahanan, sedangkan Teboho Mokoena dan Thalente Mbatha atau Yaya Sithole, atau ketiganya sekaligus, menjadi penangkal ofensif Meksiko sekaligus dirigen serangan, di lini tengah.
Broos juga akan sangat membutuhkan sentuhan emas Oswin Appollis untuk menjebol gawang Meksiko.
Dalam enam pertandingan kualifikasi Piala Dunia lalu, Appollis mencetak dua gol dan membuat empat assist.
Banyak orang yang meyakini Piala Dunia dengan 48 tim akan lebih kompetitif dan lebih sengit dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya.
Dan kesengitan itu bisa diawali dari laga Meksiko yang berorientasi menyerang, melawan Afrika Selatan yang pada dasarnya memuja permainan terbuka.
- Piala Dunia 2026
- Meksiko
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Profil Timnas Republik Demokratik Kongo: Kembalinya Sang Macan Tutul Afrika ke Panggung Dunia
-
Ditolak Masuk AS, FIFA Coret Wasit Somalia dari Piala Dunia 2026
-
Misi Besar Portugal di Piala Dunia 2026: Saatnya Generasi Emas Menorehkan Sejarah
-
Mesir Andalkan Salah untuk Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Manchester United Tumbang, Carrick Salahkan Keputusan Wasit yang Dinilai Tak Masuk Akal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.