- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia Serukan AS-Iran ...
Indonesia Serukan AS-Iran Redakan Ketegangan Baru di Selat Hormuz
Kamis, 11 Jun 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Indonesia menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran terus menahan diri dan berkomitmen terhadap gencatan senjata yang disepakati, menyusul eskalasi peperangan yang kembali terjadi pekan ini.
âKita tentu ingin terus mendorong agar para pihak segera kembali ke meja perundingan, kembali mewujudkan gencatan senjata,â kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (11/6).
Ditemui seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Wamenlu berkata bahwa Indonesia amat menyayangkan AS dan Iran kini justru kembali saling serang dan terlibat dalam kontak senjata, sehingga menimbulkan ketegangan baru di Selat Hormuz.
Ia menyatakan, perang yang berlanjut tak hanya berdampak bagi masyarakat di negara-negara berkonflik, yaitu AS dan Iran, tetapi juga pada banyak negara.
âKita pun kembali menyerukan agar semua pihak segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan,â demikian Wamenlu RI.
Bentrokan antara pasukan Iran dan Amerika Serikat (AS) pecah pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat di perairan Teluk Persia dan Teluk Oman, sementara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz, sebagaimana diwartakan Xinhua.
Laporan awal menunjukkan bahwa sejumlah kapal AS yang berada di dekat Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal dan drone yang diluncurkan oleh angkatan bersenjata Iran.
Ledakan juga dilaporkan terdengar di wilayah Sirik dan Minab serta kota pelabuhan Bandar Abbas, seluruhnya berada di Provinsi Hormozgan, juga di pulau Qeshm dan Hengam.
Sementara itu, sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di wilayah barat ibu kota Teheran dan di Provinsi Fars di Iran selatan, menurut kantor berita semiresmi Iran, Mehr.
Menyusul insiden tersebut, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup bagi seluruh jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal niaga, karena adanya ancaman keamanan di jalur pelayaran tersebut.
Adapun ketegangan kawasan yang bermula pada 28 Februari setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran tersebut telah memicu serangkaian konfrontasi militer, saling balas serangan, dan ketegangan diplomatik.
- Perang AS-Israel dengan Iran
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kemenekraf Dukung Pegiat Ekraf Startup Nasional Naik Kelas
-
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Hantam Situs Rudal di Iran Selatan
-
Klasemen Liga Inggris: Manchester City Tertahan di Kandang Everton, Chelsea Gagal ke Liga Champions
-
Eskalasi Meningkat, Iran Balas Serang 18 Aset Militer AS di Kuwait dan Bahrain
-
Iran akan Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Blokade dan Perang Diakhiri
-
Persiapan Garuda Indonesia untuk Haji 2026: Kerahkan 1.085 Personel dan 15 Pesawat Wide-Body
-
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Sebut Kesepakatan Damai Sudah Cukup Final
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.