Tanam 2.000 Pohon di Kintamani, Undiksha Bongkar Siasat Radikal Selamatkan Air Bersih Bali

Rabu, 10 Jun 2026, 02:05 WIB

BULELENG - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja merealisasikan komitmen program "Kampus Berdampak" dengan melakukan aksi penghijauan masif di kawasan hulu sumber mata air Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. 

"Kegiatan diwujudkan melalui penanaman 2.000 bibit pohon di sejumlah kawasan strategis daerah tangkapan air," kata Ketua pelaksana kegiatan Prof. Dr. I Wayan Mudana, M.Si melalui siaran pers yang diterima di Singaraja, Selasa.

Ket. Foto: Para akademisi Undiksha Singaraja saat melakukan penghijauan sumber mata air di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Undiksha Singaraja

Ia mengatakan konservasi sumber mata air tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Tahun 2026 yang melibatkan sekitar 120 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, organisasi kepemudaan, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Adapun program konservasi, kata dia, fokus pada program penanaman pohon yang dipusatkan di Kawasan Pura Taman, Pura Bunsana, Kayehan Lami, serta lahan pertanian masyarakat Desa Belantih.

Mudana menambahkan, konservasi sumber mata air merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat.

Menurutnya, kawasan hulu memiliki fungsi vital sebagai penyedia air untuk kebutuhan pertanian, rumah tangga, keseimbangan ekosistem, hingga kegiatan keagamaan masyarakat Bali.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air dan ketahanan lingkungan,” ujarnya.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Undiksha terus memperkuat perannya dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.

Kegiatan tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Tahun 2026.

Dukungan juga diberikan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar melalui bantuan bibit tanaman untuk mendukung upaya konservasi lingkungan di Desa Belantih.

Sementara itu, Kepala Desa Belantih, I Nengah Wardana, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan menilai sumber mata air di Desa Belantih memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung sektor pertanian.

“Kegiatan ini memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan sumber mata air sebagai aset penting yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

  • undiksha singaraja
  • konservasi mata air
  • desa belantih
  • kintamani bangli

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.