Guna Kurangi Emisi Karbon, PT KAI Pasang 113 Unit PLTS
Rabu, 10 Jun 2026, 14:50 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengoperasikan 113 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Seluruh infrastruktur ramah lingkungan itu kini telah terpasang pada 92 lokasi stasiun dan depo.
Kapasitas daya listrik ramah lingkungan itu tercatat mencapai angka sebesar 4.430,65 kilo Watt peak (kWp). Penggunaan panel surya ini berpotensi mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 5.000 ton setahun.
Pemasangan instalasi sistem pembangkit tersebut berada pada 62 stasiun milik perusahaan dan sepuluh balai yasa. Sisanya terbagi pada enam griya karya, tiga depo, satu kantor, serta satu gedung record center.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur tersebut dilakukan bertahap. Pernyataan resmi ini disampaikan dalam rilis data perusahaan pada hari Selasa (9/6).
"Pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam operasional perusahaan. Program ini terus kami kembangkan secara bertahap seiring komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi," ujar Anne.
Berdasarkan kajian teknis, setiap satu kilo Watt peak panel surya menghasilkan 1.300 kilo Watt hour (kWh). Jumlah produksi listrik dari tiap unit pembangkit tersebut dapat mencapai angka sebesar 1.500 kWh.
Melalui total kapasitas terpasang, KAI berpotensi memproduksi sekitar 5,8 juta kWh energi listrik bersih. Potensi produksi energi listrik ramah lingkungan itu bahkan bisa menyentuh angka 6,6 juta kWh.
Perhitungan emisi merujuk pada regulasi resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Aturan itu tertuang jelas dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 163.K/HK.02/MEM.S/2021 sebagai dasar hukum nasional.
Faktor emisi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada pada kisaran 0,84 sampai 0,87 ton emisi. Angka besaran emisi karbon tersebut dihitung secara kumulatif untuk setiap Mega Watt hour (MWh).
KAI berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida (COâ) sekitar 5.100 hingga 5.800 ton setiap tahun. Pengurangan tersebut dihitung langsung dari estimasi hasil produksi energi listrik bersih sistem panel surya.
Inisiatif hijau ini turut memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan. Pemanfaatan energi matahari ini terbukti mendukung peningkatan ketahanan energi pada seluruh fasilitas operasional perusahaan.
"Transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan langkah yang konsisten. KAI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
KAI: Jumlah Penumpang Kereta di Stasiun Bekasi hingga Cikampek Semester I 2026 Naik 10,8 Persen
-
Pengamat: Penjajakan Investasi Jepang pada Proyek Transportasi DKI Merupakan Peluang Baik
-
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca di Jambi
-
PT KAI: Pelanggan Suite Class Compartment Naik 64,76 Persen
-
Mulai Juli, KAI Tanjungkarang Operasikan KA Rajabasa Ekonomi Premium
-
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
-
KAI Jadi Inspirasi Layanan Publik, Dinilai Mampu Bersaing dengan Standar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.