Waspada Penipuan Berkedok “Listrik Hemat Instan”, PLN Ajak Gunakan Kanal Resmi
Selasa, 09 Jun 2026, 15:58 WIBJakarta, 9 Juni 2026 â PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bintaro terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan PLN. Salah satu yang marak ditemukan adalah penawaran penghematan listrik instan, token listrik murah, hingga jasa modifikasi meter yang diklaim dapat menurunkan tagihan listrik pelanggan.
Modus tersebut umumnya dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai petugas PLN dan menawarkan layanan di luar prosedur resmi. Tidak sedikit pelanggan yang tergiur karena dijanjikan biaya listrik lebih murah, padahal tindakan tersebut berisiko menimbulkan gangguan instalasi, membahayakan keselamatan penghuni, serta berpotensi menjadi temuan dalam kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan PLN. Menurutnya, kewaspadaan pelanggan menjadi kunci utama untuk mencegah kerugian sekaligus menjaga keselamatan dalam penggunaan tenaga listrik.
âPenggunaan listrik yang aman, legal, dan sesuai ketentuan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu menjaga instalasi kelistrikan serta memastikan seluruh layanan dilakukan melalui petugas resmi PLN. Dengan kewaspadaan bersama, kita dapat mencegah praktik penipuan sekaligus menjaga keandalan dan keselamatan ketenagalistrikan,â ujar Andy Adcha.
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah oknum yang mengaku sebagai petugas PLN namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi. Pelaku biasanya menawarkan token atau pulsa listrik dengan harga jauh di bawah ketentuan, menempelkan stiker angka kWh mencurigakan pada meteran pelanggan, hingga menawarkan jasa modifikasi meter, penghematan listrik, atau perubahan daya secara tidak resmi. Dalam aksinya, oknum tersebut kerap mendesak pelanggan untuk segera melakukan pembayaran, bahkan meminta transfer ke rekening pribadi atau pembayaran tunai tanpa bukti transaksi resmi. Masyarakat diimbau untuk tidak tergiur dengan tawaran yang menjanjikan penghematan biaya listrik secara instan karena berpotensi merugikan pelanggan dan melanggar ketentuan yang berlaku.
Manager PLN UP3 Bintaro, Hendar Prisnadianta Y., menegaskan bahwa PLN tidak pernah melakukan transaksi layanan kelistrikan secara sembarangan maupun melalui pihak yang tidak memiliki identitas resmi.
âKami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran listrik murah. Apabila ada pihak yang mengaku petugas PLN dan menawarkan token listrik di luar kanal resmi, pelanggan perlu waspada. Pastikan seluruh layanan dan transaksi kelistrikan hanya dilakukan melalui kanal resmi PLN, terutama aplikasi PLN Mobile,â ujar Hendar.
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
Berita Terkait:
-
Rumah Inspirasi Aceh Tamiang, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial AirNav Indonesia
-
Ancaman Komputer Kuantum, Pemerintah Dorong Migrasi PQC Nasional
-
Pemerintah Kabupaten Kudus Butuh Dukungan Orang Tua dalam Membatasi Gawai di Sekolah
-
Praktisi Kesehatan: Warga Perlu Waspadai Flu dan Batuk Meningkat saat Kemarau
-
Ternyata Superhero Marvel dan DC Bisa Bersatu dalam Satu Film, Apa Itu?
-
DPR Menyetujui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA
-
Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.