Ikan Red Devil Serbu Danau Toba, Ini Solusi Menjaganya Ala Pakar USU

Selasa, 09 Jun 2026, 17:24 WIB

MEDAN - Pakar biodiversitas Universitas Sumatera Utara (USU) Onrizal mengatakan pengendalian ikan red devil atau Amphilophus labiatus penting dilakukan guna menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba sekaligus melindungi keberlanjutan perikanan masyarakat di kawasan tersebut.

"Red devil bukan spesies asli Danau Toba. Dalam kondisi lingkungan yang sesuai, ikan itu dapat berkembang pesat dan berpotensi menekan populasi ikan lokal," ujar Onrizal di Medan, Selasa (9/6).

Ket. Foto: Ikan Red Devil di danau Toba. — Sumber: Foto: Istimewa/Tangkapan Layar

Peneliti pada Center for Tropical Ecology and Biodiversity Conservation itu menjelaskan red devil merupakan spesies yang berasal dari Amerika Tengah, dan diduga masuk ke Danau Toba melalui jalur perdagangan ikan hias yang kemudian terlepas atau dilepaskan ke perairan umum.

Lebih lanjut, kondisi Danau Toba yang luas dengan ketersediaan pakan yang memadai serta minim predator alami membuat spesies tersebut mampu berkembang dan beradaptasi dengan baik.

Onrizal mengatakan red devil memiliki karakter agresif, mampu mempertahankan wilayah teritorial, serta melindungi sarang dan anaknya.

"Dalam ekosistem danau, karakter seperti itu dapat menekan ikan lokal melalui kompetisi makanan, perebutan ruang hidup, dan kemungkinan pemangsa terhadap anakan ikan lain," ujar dia. 

Ia mengatakan dampak keberadaan red devil tidak hanya dirasakan dari sisi ekologis, tapi juga ekonomi masyarakat sekitar Danau Toba.

Menurut dia, dominasi red devil dalam hasil tangkapan dapat mengurangi nilai ekonomi perikanan karena spesies tersebut memiliki nilai jual yang lebih rendah dibandingkan sejumlah ikan konsumsi yang selama ini menjadi sumber penghasilan nelayan.

Karena itu, Onrizal menilai pengendalian populasi perlu dilakukan secara terencana. Tapi, ia mengakui upaya pemberantasan total red devil di Danau Toba sulit dilakukan mengingat luasnya perairan dan populasi ikan tersebut yang diduga telah mapan.

"Strategi yang lebih realistis adalah pengendalian populasi dan pembatasan penyebaran," katanya.

Ia mengatakan pengendalian dapat dilakukan melalui penangkapan intensif pada lokasi pemijahan dan wilayah yang memiliki konsentrasi populasi tinggi.

Selain itu, hasil tangkapan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti bahan pakan atau produk olahan tanpa mendorong pembudidayaan maupun penyebarannya ke perairan lain.

Onrizal juga mendorong pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan kelompok nelayan menyusun program pengendalian terpadu berbasis data untuk memetakan sebaran populasi, dampaknya terhadap ikan lokal, serta efektivitas langkah pengendalian yang dilakukan. Ant

  • Ekosistem Danau Toba

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Bukan Cuma Ubah Pola Pikir! Kepala BNPT Bongkar Ukuran Asli Keberhasilan Deradikalisasi!

Russia Tegur Dubes Jepang Terkait Pulau Sengketa

Peringati HUT Ke-81 RI, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ibu Fatmawati

PBB: Hanya 40% Faskes di Dunia yang Penuhi Standar Sanitasi Dasar

Menembus Samudra! Ribuan Mil dari Jakarta, Gemuruh HUT Ke-81 RI Pecah di San Francisco!

Ibu di Pamekasan Diduga Tusuk Anak hingga Tewas, Polisi Dalami Kejiwaan

Bahaya Judol Mengintai Anak Sekolah, OJK Tasikmalaya Langsung Turun Tangan!

Menangi Laga Debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bimo/Arlya Selamat dari 4 "Match Point"

Ancaman Karhutla Makin Mencekam! Pemprov Kalsel Guyur Hutan Lindung Siang Malam!

Bukan Cuma Sekadar Naikkan Bendera! Wagub Sumut Ungkap Masa Depan 74 Anggota Paskibraka!

Proyek IKN Makin Ngebut! Alokasi Rp5,3 Triliun Diguyur di RAPBN 2027, Ini Target Selesainya!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Kegiatan Kaum Muda dalam Medsos Mesti Berlanjut ke Lapangan

Pembangunan Tangerang Mulai Sesuaikan dengan Jalur MRT

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Selasa Malam, Status Level III Siaga

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.