Tim Piala Dunia Iran Tiba di Meksiko di Tengah Memanasnya Sengketa Visa dengan AS

Senin, 08 Jun 2026, 00:02 WIB

TIJUANA, MEKSIKO – Skuad tim nasional Iran akhirnya tiba di Meksiko pada hari Minggu (7/6) waktu setempat di tengah bayang-bayang perselisihan diplomatik yang semakin memanas dengan Amerika Serikat. Ketegangan muncul setelah Washington menolak menerbitkan visa bagi sejumlah anggota staf pendukung tim Iran menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Persoalan tersebut mencuat hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai pada Kamis mendatang. Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Ket. Foto: Ilustrasi latihan Timnas Iran. — Sumber: AFP

Setelah meninggalkan pemusatan latihan di Turki sehari sebelumnya, rombongan tim Iran mendarat di kota perbatasan Tijuana, Meksiko, pada hari Minggu pagi. Kota tersebut akan menjadi markas Iran selama turnamen berlangsung, meskipun seluruh pertandingan fase grup mereka digelar di Amerika Serikat.

Situasi ini menciptakan kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia. Untuk pertama kalinya, negara tuan rumah akan menerima kehadiran tim nasional dari negara yang tengah terlibat konflik militer terbuka dengannya.

Iran menjalani hampir tiga pekan pemusatan latihan di Antalya, Turki. Selama periode itu, para pemain dan ofisial mengurus visa untuk perjalanan ke Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

Utusan Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, mengumumkan pada Jumat malam bahwa para pemain Iran telah menerima visa masuk ke AS menjelang keberangkatan mereka ke Meksiko. Namun, Kedutaan Besar Iran di Turki menyatakan bahwa sejumlah staf pendukung justru ditolak pengajuan visanya.

Menurut diplomat Iran dan laporan televisi pemerintah, sebanyak 15 anggota staf administrasi dan manajemen terdampak keputusan tersebut.

“Kalian kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional sepak bola Iran ke tingkat tertinggi,” tulis Kedutaan Iran melalui media sosial X. Mereka juga mendesak FIFA untuk meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas dugaan pelanggaran terhadap regulasi sepak bola internasional.

Ketegangan semakin meningkat setelah Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan bahwa timnya menerima pemberitahuan mengenai pembatasan perjalanan berdasarkan ketentuan visa yang diberikan.

“Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus meninggalkan wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama,” kata Pasandideh kepada wartawan.

Pernyataan tersebut tampak bertentangan dengan keterangan juru bicara tim nasional Iran, Amir Mahdi Alavi, yang sebelumnya menyebut visa yang diterbitkan bersifat multiple-entry atau dapat digunakan untuk beberapa kali masuk.

“Tim nasional akan tiba di kota penyelenggara satu hari sebelum pertandingan pertama dan dua hari sebelum laga-laga berikutnya,” ujar Alavi kepada televisi pemerintah Iran.

Di sisi lain, regulasi FIFA mengharuskan pelatih kepala setiap tim menghadiri konferensi pers resmi sehari sebelum pertandingan di lokasi laga berlangsung. Aturan itu berpotensi menimbulkan kendala apabila pembatasan visa yang disebut pihak Iran benar-benar diberlakukan.

Federasi Sepak Bola Iran, yang presidennya Mehdi Taj dikabarkan termasuk dalam daftar pihak yang tidak memperoleh visa, mengecam langkah Washington.

Mereka menyebut keputusan tersebut sebagai “bentuk intervensi politik terhadap olahraga yang paling buruk.”

Seorang pejabat pemerintah AS membenarkan bahwa visa yang diperlukan bagi Iran untuk tampil di Piala Dunia telah diterbitkan, termasuk untuk pemain dan staf pendukung yang dianggap penting.

Namun, tanpa menjelaskan secara rinci alasan penolakan terhadap beberapa individu tertentu, pejabat tersebut menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan membiarkan sistem visa digunakan untuk memasukkan pihak-pihak yang dianggap berisiko keamanan.

“Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar,” ujar pejabat tersebut.

Sebelumnya pada April lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa persoalan utama bukan terletak pada para pemain Iran, melainkan beberapa individu lain yang ingin ikut dalam rombongan tim. Ia mengisyaratkan adanya dugaan keterkaitan sejumlah orang dengan Korps Garda Revolusi Iran, organisasi yang masuk daftar teroris versi Amerika Serikat.

Media Iran di luar negeri juga melaporkan bahwa Mehdi Taj pernah menjadi anggota Garda Revolusi.

Persoalan visa tidak hanya menimpa Iran. Tim nasional Irak juga menghadapi masalah serupa.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyatakan bahwa tim Irak tiba di Chicago pada Jumat lalu dan dua anggota rombongan menjalani pemeriksaan tambahan.

Setelah proses pemeriksaan, satu orang diizinkan masuk ke wilayah AS. Sementara seorang fotografer yang bukan pemain tim dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk dan ditolak memasuki negara tersebut.

Jadwal Iran di Piala Dunia

Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles masing-masing pada 15 dan 21 Juni, sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Persiapan Iran menuju turnamen akbar itu kini tidak hanya diwarnai tantangan di lapangan, tetapi juga ketidakpastian diplomatik yang berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan tim selama kompetisi berlangsung.

  • Piala Dunia 2026
  • Timnas Iran

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.