Perkuat Diversifikasi dan Ekspansi Bisnis Manufaktur Kedirgantaraan, GMF Raih Sertifikasi AS9100D

Senin, 08 Jun 2026, 21:52 WIB

JAKARTA — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), bagian dari Garuda Indonesia Group, kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan bisnis melalui perolehan Sertifikasi AS9100D dari SIRIM QAS International, Malaysia. Sertifikasi yang diterima pada Rabu (03/06) di JIEXPO Kemayoran dalam perhelatan International Industrial Week Indonesia 2026 tersebut menjadi pengakuan atas penerapan sistem manajemen mutu berstandar internasional untuk industri aviasi, antariksa, dan pertahanan.

Sertifikasi AS9100D yang diperoleh GMF mencakup Aerospace Single Part Manufacturing (Composite & Metallic), Assembly, serta Special Process yang meliputi Non-Destructive Testing (NDT), Heat Treatment, Chemical Processing, Surface Enhancement, dan Painting. Sertifikasi ini menjadi landasan penting bagi pengembangan kapabilitas manufaktur Perseroan, sekaligus mendukung optimalisasi kapasitas workshop manufacture dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dengan standar yang diakui secara internasional.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. istimewa

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan bahwa perolehan sertifikasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat diversifikasi bisnis Perseroan sekaligus memperluas peluang pertumbuhan di luar pasar inti Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

“Dalam industri kedirgantaraan, tidak ada toleransi terhadap kesalahan. AS9100D bukan sekadar sertifikasi, tetapi menjadi persyaratan utama bagi perusahaan yang ingin berpartisipasi dalam rantai pasok industri penerbangan global. Sertifikasi ini memberikan legitimasi bahwa kapabilitas engineering dan manufaktur GMF telah memenuhi standar yang diakui secara internasional. Dengan perolehan sertifikasi tersebut, GMF kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan bisnis manufaktur komponen pesawat dan aerostructure,” ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6).

Selain memperkuat kapabilitas, sertifikasi ini juga membuka peluang bagi GMF untuk memasuki pasar supply chain kedirgantaraan global melalui produksi dan penyediaan komponen berstandar internasional bagi berbagai perusahaan dirgantara dunia.

Perjalanan menuju sertifikasi AS9100D ditempuh melalui proses persiapan dan implementasi yang intensif. Berbagai upaya dilakukan mulai dari penyempurnaan prosedur operasional, peningkatan kompetensi personel, penguatan sistem manajemen mutu, hingga penyesuaian fasilitas produksi. Seluruh proses tersebut dijalankan melalui penerapan siklus Plan-Do-Check-Action secara konsisten sebagai bagian dari budaya continuous improvement di lingkungan GMF.

Sejalan dengan hal tersebut, GMF turut memperkuat penerapan manajemen risiko melalui kerangka kerja keselamatan dan pengelolaan risiko yang terstruktur, termasuk implementasi Hazard Identification and Risk Assessment & Mitigation (HIRAM). Pendekatan ini mendukung kualitas dan keandalan proses manufaktur sekaligus memastikan standar operasional dijalankan secara konsisten dalam setiap aktivitas produksi. Pencapaian ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kapabilitas GMF yang tidak hanya dikenal sebagai penyedia layanan MRO, tetapi juga sebagai entitas manufaktur kedirgantaraan. 

Sejalan dengan strategi ekspansi bisnis Perseroan, sertifikasi AS9100D turut membuka peluang pengembangan pasar internasional serta memperkuat posisi GMF dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi sektor aviasi, pertahanan, dan industrial solutions untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di tingkat nasional maupun global.

Ke depan, GMF akan terus meningkatkan utilitas dan kapasitas workshop manufacture guna mendukung pertumbuhan bisnis manufaktur kedirgantaraan yang berkelanjutan. Perseroan juga berkomitmen mempertahankan sertifikasi melalui implementasi continuous improvement secara konsisten, sekaligus melanjutkan penguatan kapabilitas melalui pengembangan sertifikasi pendukung lainnya seperti AS9120 untuk aktivitas distribusi dan NADCAP untuk berbagai special process yang digunakan.

“Pencapaian ini tidak hanya menegaskan posisi GMF sebagai pemain manufaktur komponen pesawat yang berdaya saing, tetapi juga mencerminkan kesiapan industri nasional untuk berpartisipasi lebih luas dalam ekosistem aerospace global. Kami akan terus memperkuat kapabilitas dan memperluas kolaborasi guna menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia di industri kedirgantaraan dunia,” tutup Andi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.