Pelatihan Barbershop Disiapkan Dispora Kalteng untuk Cetak Wirausaha Muda

Senin, 08 Jun 2026, 16:35 WIB

Palangka Raya, Kalteng - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusung pelatihan bersifat tematik guna mengoptimalkan pemanfaatan peluang usaha ataupun perluasan lapangan kerja.

"Pelatihan tematik ini agar pelaksanaan hingga hasilnya maksimal bagi para peserta yang berpartisipasi," kata Kepala Dispora Kalteng Agus Siswadi di Palangka Raya, Kalteng, Senin (8/6).

Ket. Foto: Ilustrasi - Usaha pangkas rambut. — Sumber: Antara

Agus menjelaskan melalui pendekatan tematik, peserta memperoleh pemahaman lebih mendalam dan berorientasi pada hasil.

"Kami fokus pada satu bidang agar peserta mendapat keterampilan yang lebih detail dan lebih banyak praktik," jelasnya.

Dia menjelaskan pada 24-26 Juni 2026, pelatihan tematik yang diselenggarakan adalah pangkas rambut atau barbershop.

Pelatihan ini menargetkan sebanyak 40 peserta dari kalangan pemuda dengan batas akhir pendaftaran 15 Juni 2026.

"Saat ini, pendaftaran sudah dibuka dan jika jumlah pendaftar melebihi kuota, tentu akan dilakukan seleksi," jelasnya.

Pelatihan terbuka bagi pemuda yang sudah memiliki pengalaman di bidang barbershop maupun yang masih pemula.

Dispora melakukan pendataan untuk mengetahui latar belakang peserta, sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan.

Pemilihan barbershop, menurut Agus, karena memiliki prospek menjanjikan dan merupakan kebutuhan masyarakat.

"Barbershop ini sedang berkembang dan menjadi kebutuhan. Rambut pasti tumbuh dan perlu dipotong. Ini salah satu peluang usaha strategis untuk dikembangkan generasi muda," ujarnya.

Selain itu, keberhasilan pelaku usaha barbershop asal Kalimantan Tengah yang meraih prestasi internasional beberapa waktu lalu turut menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih tema pelatihan tersebut.

Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan sisanya teori.

Selain teknik barbershop, peserta juga akan mendapat materi mengenai perizinan usaha, akses pembiayaan, hingga strategi memulai dan mengembangkan usaha.

Untuk mendukung hal tersebut, Dispora melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti sektor perbankan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta perangkat daerah yang membidangi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Peserta tidak hanya belajar memangkas rambut, tetapi juga memahami bagaimana mengurus perizinan, memperoleh modal usaha, dan melihat peluang bisnis yang ada," jelas Agus.

Lebih lanjut, Dispora juga akan menerapkan sistem pendampingan pascapelatihan.

Para peserta dimonitor melalui grup komunikasi dan pendataan berkala untuk mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan.

Menurut Agus, langkah tersebut penting agar pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi peserta.

"Kami ingin mengetahui berapa persen peserta yang benar-benar bekerja di bidang tersebut ataupun membuka usaha setelah pelatihan," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.