• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Keterikatan Karyawan Jadi ...

Keterikatan Karyawan Jadi Kunci Menghadapi Fenomena Quiet Quitting di Tempat Kerja

Senin, 08 Jun 2026, 18:10 WIB

JAKARTA — Rendahnya tingkat keterikatan karyawan (employee engagement) masih menjadi tantangan besar bagi perusahaan di Indonesia. Laporan Gallup menunjukkan hanya 27 persen pekerja di Indonesia yang memiliki keterikatan kuat dengan tempat mereka bekerja. Angka tersebut memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Tenggara yang berada di level 25 persen, namun tetap mencerminkan rendahnya komitmen emosional tenaga kerja terhadap organisasi.

Kondisi ini turut memicu fenomena global quiet quitting, yaitu situasi saat karyawan tetap menjalankan tugas sesuai kewajiban formal, tetapi tidak lagi memiliki keterikatan emosional maupun motivasi untuk memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan.

Ket. Foto: Bosch Indonesia menerima Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia. Laporan Gallup menunjukkan tingkat employee engagement di Indonesia masih rendah. Perusahaan didorong menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel, kolaboratif, dan bermakna untuk meningkatkan keterlibatan karyawan serta mengurangi fenomena quiet quitting. — Sumber: Bosch Indonesia

Perubahan tersebut mendorong banyak organisasi untuk meninjau kembali strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Fokus perusahaan kini tidak lagi semata-mata pada produktivitas, tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja yang mampu menjawab kebutuhan talenta modern, termasuk fleksibilitas kerja dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance).

Di tengah tantangan ini, Bosch Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang dinilai berhasil membangun keterikatan karyawan. Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026 yang diberikan oleh HR Asia.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan hasil survei independen terhadap karyawan serta evaluasi berbagai faktor yang memengaruhi pengalaman kerja dan budaya organisasi. HR Asia, yang berada di bawah Business Media International, menilai tingkat keterlibatan karyawan sebagai salah satu indikator utama dalam proses penilaian.

Hasil survei menunjukkan Bosch Indonesia mencatatkan skor di atas rata-rata pasar pada sejumlah indikator penting. Pada aspek fleksibilitas kerja, perusahaan memperoleh skor 4,33, melampaui rata-rata pasar yang berada di angka 3,58. Sementara itu, untuk indikator komunikasi yang terbuka dan transparan, Bosch meraih skor 4,10 dibandingkan rata-rata pasar sebesar 3,86.

Perusahaan juga mencatat skor 4,28 pada indikator meaningful work, yang menunjukkan bahwa karyawan merasa pekerjaan mereka memberikan kontribusi jelas terhadap tujuan organisasi. Dari sisi kolaborasi dan dinamika tim, Bosch Indonesia memperoleh skor 4,13, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar sebesar 3,89.

Head of Human Resources Bosch Indonesia, Adri Rhea, mengatakan bahwa perubahan dinamika dunia kerja saat ini menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan tenaga kerja yang semakin beragam dan dinamis.

"Di tengah perubahan dinamika dunia kerja, kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap individu berkembang dan memberikan kontribusi terbaiknya," ujar Adri dalam keterangannya pada hari Senin (8/6).

Untuk mendukung keterlibatan karyawan, Bosch Indonesia menerapkan berbagai program yang berfokus pada pengembangan individu dan fleksibilitas kerja. Selain itu, perusahaan mendorong partisipasi karyawan dalam berbagai kegiatan sukarelawan melalui program sosial yang memungkinkan mereka berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Meningkatnya perhatian terhadap isu employee engagement menunjukkan bahwa perusahaan perlu membangun pendekatan yang lebih berorientasi pada manusia. Pengalaman Bosch Indonesia memperlihatkan bahwa fleksibilitas kerja, budaya kolaboratif, komunikasi yang terbuka, serta kesempatan untuk berkontribusi di luar pekerjaan dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang adaptif sekaligus mempertahankan keterlibatan karyawan dalam jangka panjang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.