Distribusi Kekayaan Harus Diperkuat

Senin, 08 Jun 2026, 01:00 WIB

Jakarta – Penguatan distribusi kekayaan dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan ekonomi yang masih terjadi di berbagai negara. Konsentrasi aset dan pendapatan yang hanya terpusat pada kelompok tertentu berpotensi memperlemah pemerataan kesejahteraan serta menghambat terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan sistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan dan manfaat sosial bagi masyarakat luas.

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam (ICCD), Abdullah Saleh Kamel, menegaskan pentingnya membangun sistem ekonomi yang berlandaskan keadilan, produktivitas, dan etika. Menurutnya, model ekonomi global saat ini masih menghadapi persoalan mendasar berupa ketimpangan dalam distribusi manfaat ekonomi.

Ket. Foto: Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam (ICCD) Abdullah Saleh Kamel m enghadiri KTT yang diselenggarakan Forum AlBaraka untuk Ekonomi Islam dengan tema “Capital in the Islamic Economy: Structuring Wealth for Sustainable Development” (Modal dalam Ekonomi Islam: Menata Kekayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan) pada 3–6 Juni di Istanbul, Turkiye. — Sumber: ANTARA /HO-ICCD

“Dunia membutuhkan sistem ekonomi yang mampu mengembalikan etika pada modal. Ada ketidakseimbangan struktural dalam model ekonomi global yang berlaku saat ini,” kata Kamel dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (7/6).

Menurutnya, berbagai persoalan ekonomi global berakar pada perubahan fungsi modal menjadi “instrumen negatif” yang hanya berfokus pada kepentingan pemilik dan keuntungan pribadi, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan dan terpinggirkan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam KTT yang diselenggarakan oleh Forum AlBaraka untuk Ekonomi Islam bertema Capital in the Islamic Economy: Structuring Wealth for Sustainable Development di Istanbul pada 3–6 Juni 2026.

Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh dunia, termasuk Recep Tayyip ErdoÄŸan, Syekh Dr. Saleh bin Abdullah bin Humaid, Imam dan Khatib Masjidil Haram, serta para pemimpin lembaga keuangan dan ulama internasional.

Kamel juga mengkritik praktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai belum mampu mengimbangi dampak besar aktivitas bisnis terhadap lingkungan, manusia, dan hewan.

Utang Global

Kamel menilai konsentrasi kekayaan dan meningkatnya utang negara merupakan dua fenomena yang saling berkaitan dan mencerminkan ketidakseimbangan dalam sistem ekonomi global saat ini.

Menurutnya, kekayaan semakin terkonsentrasi pada satu persen kelompok terkaya, baik di tingkat nasional maupun global, sehingga kesenjangan ekonomi terus melebar.

Ia juga menyoroti dominasi perusahaan multinasional, khususnya perusahaan teknologi besar, yang semakin menguat sementara pemerintah dan masyarakat harus menghadapi berbagai dampak negatif yang ditimbulkannya.

Terkait utang negara, Kamel mengatakan banyak pemerintah saat ini lebih fokus memenuhi kewajiban pembayaran utang tahunan dibandingkan melunasi pokok utang, sehingga menimbulkan beban jangka panjang bagi perekonomian.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.