Biaya Servis Kendaraan Stabil di Tengah Lonjakan Dollar AS

Senin, 08 Jun 2026, 19:35 WIB

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang kini mencapai 18 ribu rupiah lebih, tidak menyurutkan pemilik kendaraan dalam merawat kendaraan mereka sesuai jadwal.

Founder dari Anyar Motor, Bram mengaku bahwa aktivitas servis kendaraan masih berjalan normal meski biaya beberapa komponen di otomotif mengalami kenaikan akibat tingginya nilai tukar dollar.

Ket. Foto: Ilustrasi salah satu kendaraan sedang dalam perawatan berkala. — Sumber: ANTARA/Chairul Rohman

“Hingga saat ini, tidak ada perubahan pola perawatan. Konsumen tetap datang sesuai jadwal servis seperti biasa,” kata Bram kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/6).

Menurutnya, dampak yang paling terasa justru terjadi pada harga bahan dan suku cadang yang masih bergantung pada impor.

Harga oli tercatat naik sekitar 10-17 persen sejak awal tahun, sementara bahan baku perbaikan bodi seperti cat, pernis, dan dempul mengalami kenaikan hingga 20 persen.

Meski dalam kondisi seperti saat ini, bengkel independen yang ia tekuni juga masih tetap kedatangan konsumen baru.

Biasanya, konsumen itu merupakan pemilik kendaraan yang sudah tidak lagi memiliki garansi resmi dari perusahaan otomotif.

“Memang ada satu atau dua konsumen baru. Yang banyak masuk, biasanya yang masa garansinya sudah habis di bengkel resmi, nah itu banyak yang masuk,” ujar dia.

Hal tersebut juga dikatakan oleh Ardhi Setyo yang sedang melakukan perawatan kaki-kaki dari kendaraan yang sudah digunakan selama enam tahun.

Menurutnya, perbaikan kendaraan harus tetap dilakukan meski dalam kondisi dan situasi seperti saat ini.

Untuk mengakali harga yang cukup tinggi di kategori komponen genuine, dirinya justru lebih memiliki atau menggunakan produk-produk aftermarket yang sudah teruji.

“Kalau saya sih, untuk saat ini menggunakan produk aftermarket untuk komponen kaki-kaki kendaraan saya. Harga yang cukup terjangkau dan kekuatannya juga tidak jauh berbeda ya,” ucap dia.

Dengan demikian, tingginya harga komponen orisinal atau genuine membuka peluang bagi pasar suku cadang aftermarket.

Produk aftermarket yang telah memiliki rekam jejak kualitas baik dari Jepang, Taiwan, maupun Eropa kini semakin banyak dipertimbangkan konsumen sebagai alternatif yang lebih ekonomis.

Selain Ardhy Setyo, Randi yang juga sedang melakukan perawatan rutin seperti penggantian pelumas dan pengecekan komponen lainnya, tidak merasa keberatan dengan meningkatnya harga pelumas yang diakui memiliki peningkatan dari sebelumnya.

“Dengan kondisi seperti ini, kita juga harus sama-sama mengerti. Perawatan kendaraan juga kan tetap harus dijalankan. Kalau tidak, pengeluaran biaya perbaikan malah justru lebih tinggi kalau tidak rutin,” tegas dia.

Meski harga suku cadang dan bahan pendukung meningkat, pelaku bengkel mengingatkan pentingnya tetap melakukan servis rutin. Perawatan berkala dinilai jauh lebih hemat dibandingkan menunda perbaikan hingga kerusakan menjadi lebih parah.

Di tengah tekanan nilai tukar, industri bengkel melihat peluang baru, di mana konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja komponen, tetapi tidak meninggalkan perawatan kendaraan.

Bagi pelaku usaha, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan menjaga kendaraan tetap prima masih menjadi prioritas, meski biaya operasional terus menghadapi tekanan akibat menguatnya dollar AS. Ant

  • Bengkel Otomotif

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Erdogan Ajak Mesir Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki-Saudi-Pakistan

Keren Tak Cuma Atasi Kerusuhan, Mobil Water Canon Polres Kudus Kini Dipakai Salurkan Air Bersih

Kebakaran Hutan Mengamuk di Eropa, Cuaca Panas dan Kering Jadi Penyebabnya

Rano Karno Gagas Serial AI “Rimba Raya”, Ajak Generasi Muda Kembali Cintai Alam

Fantastis Lada Putih Babel Mendunia! Kementerian UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton ke Belanda

Korsel Buka Jalan Damai dengan Korut, Tekad Akhiri Konflik Makin Kuat

Mengagetkan! Koops TNI Habema Amankan Senjata Diduga Milik OPM di Ugimba

Gawat Gempa NTT Picu Ancaman Baru! Badan Geologi Ingatkan Bahaya Turutan Likuefaksi

Terobosan Baru Pemkab Bangka Tengah, UMKM Dipermudah Dapat Modal Usaha

Kabar Baik untuk Seniman Kepri! Kemenkum Dampingi Pencatatan Hak Cipta Karya Lagu dan Lukis

Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat

Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.