Knicks Tahan Kebangkitan Spurs, Menang Dramatis 105-104 dan Unggul 2-0 di Final NBA

Minggu, 07 Jun 2026, 00:02 WIB

SAN ANTONIO – New York Knicks selangkah lebih dekat menuju gelar juara NBA pertama mereka sejak 1973 setelah meraih kemenangan dramatis 105-104 atas San Antonio Spurs pada Gim 2 Final NBA, Sabtu (6/6).

Pahlawan kemenangan Knicks adalah Jalen Brunson yang mencetak satu lemparan bebas penentu kemenangan di detik-detik terakhir. Hasil tersebut membuat tim asal New York unggul 2-0 dalam seri final best-of-seven sebelum dua pertandingan berikutnya digelar di kandang mereka, Madison Square Garden.

Ket. Foto: Jalen Brunson. — Sumber: AFP

Spurs sebenarnya memiliki peluang emas untuk membalikkan keadaan. Namun, bintang muda mereka, Victor Wembanyama, melakukan turnover krusial menjelang akhir pertandingan dan gagal memasukkan tembakan kemenangan saat waktu tersisa dua detik.

Kini Spurs menghadapi tantangan besar. Dalam sejarah Final NBA, belum pernah ada tim yang mampu menjadi juara setelah kalah dalam dua laga pertama di kandang sendiri.

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor impresif Knicks menjadi 13 kemenangan beruntun di playoff, catatan terpanjang kedua dalam sejarah postseason NBA. Mereka kini memiliki peluang besar untuk mengunci gelar di hadapan pendukung sendiri di Madison Square Garden. Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan hadir pada Gim 3.

Knicks sempat terlihat nyaman setelah unggul hingga 14 poin. Namun, Spurs menunjukkan daya juang luar biasa dengan mencatatkan laju 14-0 untuk menghapus seluruh defisit.

Wembanyama, yang tampil kurang efektif pada babak pertama, bangkit setelah jeda dan mencetak 22 dari total 29 poinnya di paruh kedua pertandingan. Aksi three-point play yang ia bukukan saat laga menyisakan 57,3 detik bahkan membawa Spurs unggul 104-102, keunggulan pertama mereka sejak kuarter kedua.

Kedudukan kemudian imbang 104-104 ketika waktu tersisa 9,5 detik. Saat itulah momen penentu terjadi. Wembanyama berhasil mengamankan rebound dari tembakan Brunson yang meleset, tetapi umpan yang ia lepaskan justru mengenai punggung rekan setimnya, Stephon Castle, dan berujung turnover.

Brunson dengan sigap merebut bola tersebut sebelum dilanggar. Ia kemudian memasukkan satu dari dua lemparan bebas untuk mengembalikan Knicks unggul 105-104.

Spurs masih memiliki kesempatan terakhir setelah timeout dengan sisa waktu 7,5 detik. Bola diberikan kepada Wembanyama, tetapi tembakan lompatnya memantul keluar dari ring.

“Saya yang membuang peluang itu. Saya melakukan kesalahan. Kami tidak bermain cukup baik sebagai tim. Kami seharusnya memenangkan pertandingan ini,” ujar Wembanyama.

Performa solid kembali ditunjukkan Karl-Anthony Towns. Ia memimpin Knicks dengan torehan 21 poin dan 13 rebound, sekaligus memainkan peran penting dalam meredam pengaruh Wembanyama.

“Dia pemain generasi langka. Anda harus membuat segalanya sulit baginya. Saya mencoba memanfaatkan pengalaman, ukuran tubuh, dan kemampuan saya untuk membatasi ruang geraknya,” kata Towns.

Selain Towns, Brunson dan Mikal Bridges masing-masing menyumbang 20 poin. OG Anunoby menambahkan 17 poin, sementara Landry Shamet memberikan kontribusi penting dari bangku cadangan dengan 13 poin.

Di kubu Spurs, Wembanyama mengakhiri laga dengan 29 poin, sembilan rebound, empat blok, dan dua steal. De'Aaron Fox turut menyumbang 20 poin.

Didorong tekad menghindari ketertinggalan 0-2, Spurs tampil agresif sejak awal pertandingan. Wembanyama membuka aksinya dengan dunk tangan kiri yang membawa tuan rumah unggul 15-10.

Kemudian, alley-oop layup Fox hasil umpan Devin Vassell memperlebar jarak menjadi 10 poin menjelang akhir kuarter pertama.

Spurs bahkan sempat memimpin hingga 12 angka sebelum Knicks bangkit pada kuarter kedua. Layup Shamet saat laga menyisakan 3 menit 39 detik di babak pertama membuat Knicks berbalik unggul 49-48 untuk pertama kalinya.

Meski Spurs sempat kembali memimpin, tembakan tiga angka Towns di atas penjagaan Wembanyama membawa Knicks menutup paruh pertama dengan keunggulan 56-52.

Momentum tersebut berlanjut setelah jeda. Knicks sempat unggul hingga 12 poin dan memasuki kuarter keempat dengan keunggulan 84-75 sebelum akhirnya bertahan dari tekanan luar biasa Spurs pada menit-menit akhir.

Pelatih Knicks, Mike Brown, memuji mentalitas timnya yang mampu bertahan di tengah tekanan.

“Laga yang luar biasa. Mereka membuat momentum, kami membalas. Mereka kembali membuat momentum, kami juga merespons. Ada beberapa momen ketika kami bisa saja menyerah, tetapi para pemain terus berjuang dan saling mengangkat satu sama lain,” ujar Brown.

Dengan keunggulan 2-0 dalam seri, Knicks kini berada di posisi sangat menguntungkan untuk mengakhiri penantian panjang selama lebih dari lima dekade dan membawa pulang trofi juara NBA ke New York.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.