Situasi Oman Untungkan Skuad Garuda

Jumat, 05 Jun 2026, 06:38 WIB

JAKARTA – Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk mengakhiri tren inkonsisten saat menjamu Oman dalam laga persahabatan internasional di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (5/6). Pertandingan ini menjadi bagian penting dari persiapan kedua negara menuju putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Meski sama-sama gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026, Indonesia dan Oman telah memastikan tempat di ajang sepak bola terbesar Asia tersebut. Karena itu, laga ini akan menjadi kesempatan bagi kedua pelatih untuk mengukur perkembangan tim sekaligus membangun fondasi menuju turnamen sesungguhnya.

Ket. Foto: Pemain Timnas Saddil Ramdani dan Marcelino Ferdinan saat latihan jelang dalam laga persahabatan menjamu Oman. — Sumber: Foto : PSSI

Bagi Skuad Garuda, laga ini juga menjadi ujian bagi era baru di bawah pelatih John Herdman. Pelatih asal Kanada itu ditunjuk menggantikan Patrick Kluivert yang diberhentikan pada bulan Oktober 2025 setelah masa kepelatihan yang singkat.

Sejauh ini Herdman baru memimpin dua pertandingan. Hasilnya cukup kontras. Skuad Garuda tampil meyakinkan saat mengalahkan St. Kitts dan Nevis 4-0 pada bulan Maret lalu, namun kemudian kalah tipis 0-1 dari Bulgaria. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih berupaya menemukan konsistensi permainan.

Meski hanya meraih empat kemenangan dalam 13 laga terakhir, Indonesia memiliki alasan untuk percaya diri. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung di GBK selalu menjadi energi tambahan. Selain itu, Oman juga datang dengan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.

Tim tamu gagal melangkah lebih jauh dalam kualifikasi Piala Dunia setelah hanya menempati posisi juru kunci grup yang dihuni Qatar dan Uni Emirat Arab. Penampilan mereka di Piala Arab FIFA Desember lalu juga tidak terlalu mengesankan. Oman tersingkir di fase grup setelah hanya mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan.

Masalah terbesar Oman terletak pada lini depan. Dalam sembilan pertandingan terakhir, mereka gagal mencetak gol dalam lima laga. Situasi itu menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih baru Tarik Sektioui yang mulai menangani tim sejak Maret 2026. ben/G-1

  • Piala Asia 2027

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.