Pengalaman Zverev Diuji Keberanian Mensik

Jumat, 05 Jun 2026, 06:53 WIB

PARIS – Perburuan gelar Grand Slam pertama dalam karier Alexander Zverev memasuki ujian berikutnya di Roland Garros 2026. Petenis Jerman unggulan kedua itu melangkah ke semifinal dan akan menghadapi bintang muda Ceko, Jakub Mensik, Jumat (5/6) waktu setempat, dengan tiket menuju partai puncak menjadi taruhannya.

Zverev tampil meyakinkan saat menyingkirkan Rafael Jodar di perempat final. Namun, perhatian publik juga tertuju kepada Mensik yang melanjutkan kisah sensasionalnya di Paris setelah mengalahkan Joao Fonseca dalam tiga set langsung untuk memastikan tempat di semifinal Grand Slam pertamanya.

Ket. Foto: Petenis Jerman Alexander Zverev melakukan pukulan backhand untuk mengembalikan bola ke arah petenis Jerman Daniel Altmaier dalam pertandingan tunggal putra turnamen tenis WTA Rome Open di Foro Italico, Roma, pada 8 Mei 2026. — Sumber: Filippo MONTEFORTE / AFP

Perjalanan Mensik menuju empat besar terbilang mengejutkan. Menjelang Roland Garros, petenis berusia 20 tahun itu tidak menunjukkan performa yang mengindikasikan keberhasilan besar. Dia absen di Monte Carlo, terhenti di babak keempat Madrid, dan gagal melewati putaran kedua di Roma. Pencapaian terbaiknya di turnamen Grand Slam sebelumnya hanyalah menembus babak keempat Australia Open awal tahun ini.

Namun di Paris, Mensik menemukan momentum terbaiknya. Unggulan ke-26 tersebut telah mengoleksi lima kemenangan, jauh lebih baik dibandingkan debutnya tahun lalu yang hanya menghasilkan satu kemenangan. Dalam perjalanan menuju semifinal, dia melewati pertandingan-pertandingan berat, termasuk dua kemenangan lima set atas Mariano Navone dan Andrey Rublev, serta kemenangan empat set atas Alex de Minaur.

Keberhasilan menyingkirkan sejumlah pemain unggulan membuat Mensik kini menjadi petenis Ceko termuda yang mencapai semifinal Grand Slam dalam beberapa tahun terakhir. Tantangan berikutnya adalah mengatasi unggulan tertinggi yang masih bertahan di turnamen, yakni Zverev.

Meski tampil impresif saat menundukkan Fonseca, Mensik sempat mengalami kesulitan menuntaskan pertandingan. Untuk mengalahkan Zverev, ia membutuhkan performa yang lebih konsisten, terutama dalam servis dan pada poin-poin krusial.

Di sisi lain, Zverev datang dengan kepercayaan diri tinggi. Petenis peringkat tiga dunia itu sempat tertinggal 2-5 di set pertama melawan Jodar sebelum bangkit dan memenangi tie-break. Setelah itu, pertandingan berjalan relatif mudah hingga dia menang 7-6 (3), 6-1, 6-3 dalam waktu dua jam 25 menit.

Perjalanan Zverev menuju semifinal juga sangat impresif. Ia hanya kehilangan satu set sepanjang turnamen, yakni saat menghadapi petenis tuan rumah Quentin Halys di babak ketiga. Penampilan solid tersebut menunjukkan kematangan permainan yang selama ini sering dipertanyakan, terutama pada momen-momen penting.

Semifinal kali ini merupakan yang kelima bagi Zverev di Roland Garros. Dalam empat kesempatan sebelumnya, ia selalu gagal mencapai puncak, termasuk saat dikalahkan Stefanos Tsitsipas pada 2021, mundur akibat cedera ketika menghadapi Rafael Nadal pada 2022, dan disingkirkan Casper Ruud setahun kemudian. Kini, ia kembali berpeluang menembus final dan mewujudkan impian meraih gelar Grand Slam pertama.

Rekor pertemuan juga menguntungkan Zverev. Dalam satu-satunya duel sebelumnya di Madrid Open 2026, Zverev menang 6-4, 6-7 (4), 6-3 setelah pertarungan ketat selama dua jam 18 menit.

Kejutan

Sementara itu, kejutan besar terjadi di sektor putri. Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-6, 7-5, 6-0 dari Diana Shnaider pada perempat final.

Sabalenka sebenarnya berada di posisi ideal untuk meraih gelar Roland Garros pertamanya. Setelah Coco Gauff, Iga Swiatek, dan Elena Rybakina tersingkir lebih awal, jalan menuju trofi tampak terbuka lebar. Namun segalanya berubah ketika Shnaider bangkit dari ketertinggalan satu set dan dua kali kehilangan servis pada set kedua.

“Saya melakukan kesalahan dan dia bermain sangat baik. Secara mental saya tidak bisa pulih setelah set kedua,” ujar Sabalenka seusai pertandingan. Kekalahan tersebut mengingatkan publik pada final tahun lalu ketika Sabalenka juga gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Gauff.

Kali ini, petenis Belarusia itu bahkan kehilangan 10 gim beruntun dan mengaku terjebak dalam situasi mental yang sulit. Bagi Shnaider, keberhasilan ini menjadi pencapaian terbaik dalam kariernya. ben/AFP/G-1

  • roland garros 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.