Brunson Peringatkan Knicks agar Tak Cepat Puas setelah Bangkit dan Tundukkan Spurs di Gim Pertama Final NBA

Jumat, 05 Jun 2026, 00:05 WIB

SAN ANTONIO – Bintang New York Knicks, Jalen Brunson, menegaskan timnya tidak boleh terlena meski berhasil mencuri kemenangan penting pada gim pertama Final NBA 2026. Brunson menjadi motor kebangkitan Knicks saat menundukkan San Antonio Spurs 105-95 di kandang lawan, Kamis (4/6).

Brunson mencetak 30 poin, termasuk 13 poin krusial pada kuarter keempat, untuk memimpin Knicks bangkit dari ketertinggalan 14 poin dan mengamankan kemenangan pembuka dalam seri perebutan gelar juara.

Ket. Foto: Jalen Brunson. — Sumber: AFP

Hasil tersebut memperpanjang laju impresif Knicks menjadi 12 kemenangan beruntun di babak playoff. Sebelumnya, tim asal New York itu menyapu bersih Philadelphia 76ers dan Cleveland Cavaliers dalam perjalanan menuju Final NBA.

Kemenangan atas Spurs kembali menunjukkan karakter pantang menyerah yang menjadi ciri khas Knicks sepanjang dua musim terakhir. Ini merupakan kali ketujuh mereka membalikkan keadaan setelah tertinggal dua digit pada paruh kedua pertandingan playoff, serta yang keempat pada postseason tahun ini.

Salah satu comeback paling dramatis terjadi saat menghadapi Cleveland Cavaliers di gim pembuka semifinal Wilayah Timur. Saat itu Knicks mampu bangkit dari ketertinggalan 22 poin dengan waktu kurang dari delapan menit tersisa sebelum akhirnya meraih kemenangan.

"Saya pikir kami tahu apa yang harus dilakukan," kata Brunson usai pertandingan.

"Kami adalah kelompok yang sangat solid. Kami terus berjuang, saling mendukung satu sama lain, dan yakin bahwa kami bisa terus memangkas ketertinggalan sedikit demi sedikit."

Menurut Brunson, kemampuan timnya untuk tetap tenang dalam situasi sulit merupakan cerminan mentalitas yang telah dibangun sepanjang musim. "Itu adalah bukti mentalitas yang kami miliki sebagai sebuah tim," ujarnya.

Rekan setim Brunson, Karl-Anthony Towns, menilai daya juang Knicks tidak lepas dari karakter kota New York yang keras dan kompetitif. Menurut Towns, semangat tersebut menjadi sumber inspirasi bagi para pemain setiap kali mengenakan seragam Knicks.

"Itu sesuatu yang ada di kota ini," kata Towns. "Anda bisa merasakan energi New York, kerja keras, perjuangan, dan ketangguhan yang dibutuhkan untuk bertahan di sana. Saya pikir kami mencerminkan para penggemar kami dan gaya hidup mereka. Ketika mengenakan jersey Knicks, kami berusaha menunjukkan apa yang dibutuhkan untuk sukses di Kota New York."

Knicks kini berada di ambang sejarah. Klub yang terakhir kali meraih gelar NBA pada 1973 itu tampil di Final NBA untuk pertama kalinya sejak 1999, ketika mereka dikalahkan San Antonio Spurs.

Meski sukses merebut kemenangan tandang yang sangat berharga, Brunson mengingatkan rekan-rekannya bahwa pekerjaan mereka masih jauh dari selesai.

Ia memperkirakan Spurs yang diperkuat fenomena muda asal Prancis, Victor Wembanyama, akan memberikan respons kuat pada gim kedua.

"Mereka selalu datang dengan kesiapan luar biasa, lebih dari tim mana pun yang pernah kami hadapi," ujar Brunson. "Kami sangat menghormati mereka. Karena itu kami harus siap menghadapi gim kedua."

Menurutnya, kemenangan di gim pertama tidak boleh membuat Knicks kehilangan fokus, terlebih performa ofensif tim belum berada pada level terbaik.

"Kami tidak boleh merasa puas," tegas Brunson. "Masih banyak hal yang bisa kami tingkatkan."

Pada gim pertama, pertahanan solid menjadi kunci kemenangan Knicks. Saat serangan sempat tersendat, lini pertahanan mampu membatasi produktivitas Spurs pada kuarter terakhir dan membuka jalan bagi kebangkitan tim tamu.

Kini, Knicks hanya berjarak tiga kemenangan lagi dari gelar juara NBA pertama dalam lebih dari lima dekade. Namun jika ada pelajaran yang dipetik dari perjalanan playoff mereka sejauh ini, itu adalah bahwa perjuangan belum berakhir sampai peluit akhir dibunyikan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.