• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Animasi 'Garuda di Dadaku'...

Animasi 'Garuda di Dadaku' Buktikan Kualitas Tinggi Animator Lokal Berdaya Saing Global

Jumat, 05 Jun 2026, 04:46 WIB

JAKARTA - Produser film Shanty Harmayn mengatakan format animasi dari IP "Garuda di Dadaku" dapat menjadi bukti kualitas animator lokal asli Indonesia dapat membuat karya yang berdaya saing global.

"Talenta muda ini membuktikan bahwa kemampuan animasi Indonesia tumbuh lebih baik," kata Shanty seusai acara screening film animasi "Garuda di Dadaku" di Jakarta, Kamis (4/6).

Ket. Foto: Produser film "Garuda di Dadaku" Shanty Harmayn (tengah) saat ditemui media usai screening bersama Kementerian Ekraf di Jakarta, Kamis (4/6). — Sumber: ANTARA/Fitra Ashari

Shanty mengatakan format baru ini telah mengantarkan film "Garuda di Dadaku" versi animasi ini ke dalam kompetisi Shanghai International Film Festival yang akan diperlombakan bulan ini.

"Garuda di Dadaku" masuk dalam nominasi kategori animasi melalui undangan dari distributor internasional.

Menurutnya prestasi ini merupakan milestone dari kualitas animasi Indonesia yang semakin dilirik industri film internasional.

"Ini adalah milestone yang sangat penting bagi animasi Indonesia, ini pertama kalinya layar lebar animasi turut berkompetisi," kata Shanty.

Film animasi " Garuda di Dadaku" dibuat oleh 17 studio dari seluruh Indonesia seperti Imaji Studio, Manimonki, Leomotions, hingga Brown Bag Films Bali, dan dikerjakan oleh sebanyak 500 animator yang berasal dari Batam, Yogyakarta, Malang, Bali, Bogor dan juga Jakarta.

Proses pembuatan animasi ini memakan waktu tiga tahun, dan akhirnya bisa merilis film bertepatan dengan momen libur sekolah anak dan perayaan Piala Dunia 2026.​​​​​​​

Shanty mengatakan alasan dibalik pembuatan animasi "Garuda di Dadaku" ingin mengingatkan kembali masyarakat bahwa ada IP besar Indonesia yang sudah lama melekat dan ingin memberikan referensi baru terhadap tontonan anak.

"Mencari bentuk lain, dari live action tahun 2009, 2011 sekuel kedua, 2014-2015 series di TV, jadi ini sudah waralaba," kata Shanty.

Film ini menceritakan tokoh Putra yang berkeinginan menjadi pesepak bola ternama di Indonesia namun memiliki keterbatasan kesehatan karena mengidap asma yang membuatnya sering kesulitan ketika berlatih.

Kegigihan Putra dalam melawan sakitnya dan ingin menjadi juara menjadi inti cerita dari film yang di sutradarai oleh Ronny Gani.

Diproduksi oleh BASE Entertainment dan Kawi Animation, film ini juga didukung dengan deretan pengisi suara seperti Keanu Azka, Quinn Salman, Ibnu Jamil, hingga komika Oki Rengga. Ant

  • Film Animasi "Garuda di Dadaku"

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.