Analis: Gelombang Repricing Picu Perombakan Portofolio Investor
Jumat, 05 Jun 2026, 18:05 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap berbagai sentimen pasar, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pergerakan ini mencerminkan adanya penyesuaian portofolio serta respons pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global, arah suku bunga, dan dinamika nilai tukar.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan bahwa investor saat ini tengah berada dalam fase penyesuaian valuasi (repricing) dan penurunan risk appetite atau tingkat keberanian mengambil risiko.
Ia menjelaskan, hal tersebut tercermin dari pelemahan signifikan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tiga hari berturut-turut yaitu tanggal 3-5 Juni 2026.
âPelemahan yang terjadi beberapa hari terakhir menunjukkan pasar sedang berada dalam fase penyesuaian valuasi dan penurunan risk appetite,â ujar Elandry saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/6).
Elandry menyebut investor asing saat ini cenderung masih berhati-hati terhadap pasar saham Indonesia, yang tercermin dari berlanjutnya arus dana keluar (capital outflow) dan meningkatnya preferensi terhadap aset yang dianggap lebih aman.
âBukan berarti kepercayaan terhadap fundamental Indonesia hilang, namun, pasar saat ini membutuhkan katalis positif yang lebih kuat untuk mengembalikan risk appetite dan menarik kembali capital inflow (arus dana masuk),â ujar Elandry.
Dalam jangka pendek, Ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak volatil seiring sentimen pasar yang masih didominasi oleh faktor psikologis dan aliran dana, utamanya asing.
Selama tekanan terhadap Rupiah dan capital outflow belum mereda, menurutnya, ruang pemulihan kemungkinan masih terbatas, namun, apabila nilai tukar Rupiah mulai stabil, maka kekhawatiran pasar akan mereda dan arus dana asing kembali membaik.
âIHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah koreksi yang cukup dalam,â ujar Elandry.
Elandry menjelaskan, bahwa pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini, masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik, terutama pelemahan Rupiah, berlanjutnya foreign outflow, serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan ke depan.
"Kondisi tersebut membuat sentimen pasar cenderung negatif dan mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko," ujar Elandry.
Selain itu, lanjutnya, Rupiah yang belum menunjukkan penguatan dan justru terus mengalami pelemahan turut menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
"Ditambah munculnya berbagai kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi, kondisi fiskal, serta isu-isu politik yang ramai diperbincangkan, investor memilih bersikap lebih defensif," ujar Elandry.
Ia melanjutkan, tekanan semakin besar setelah IHSG menembus level psikologis dan area support penting di kisaran 6.000 hingga 5.800, yang memicu aksi jual lanjutan baik dari investor institusi maupun ritel.
"Di tengah penurunan yang cukup tajam, potensi terjadinya margin call juga turut menambah tekanan jual, sehingga mempercepat pelemahan indeks dalam beberapa hari terakhir," ujar Elandry.
Sebagai informasi, pada perdagangan Rabu (03/06), IHSG ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07, kemudian koreksi IHSG berlanjut dengan penurunan 3,48 persen ke posisi 5.734,25 pada perdagangan sesi I pada Kamis (04/06), namun sedikit membaik dan ditutup melemah 1,70 persen ke posisi 5.839,78 pada akhir perdagangan.
Kemudian, koreksi berlanjut pada perdagangan Jumat (05/06), yang melemah hingga 147,62 poin atau 2,53 persen ke posisi 5.692,15 pada perdagangan sesi I, dan berlanjut melemah 3,22 persen ke posisi 5.651,70 pada perdagangan pukul 15.10 WIB.
- BEI
- ihsg melemah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lomba Jong Race Bintan Nggak Cuma Diikuti Wisatawan Lokal, Turis Mancanegara Juga Ikut Nimbrung
-
Indodana dan Sharp Tawarkan Solusi Belanja Elektronik Tanpa DP dan Bunga
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Warga Jabodetabek Padati KRL untuk Silaturahmi Rayakan Lebaran
-
Lari dari Bali ke Jakarta, Sungai Watch Serbu Banyuwangi, Angkut 1.000 Ton Sampah Plastik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.