Cukup Bagus Hasil Penanaman Perdana Edamame di Lapas Lombok Barat
Kamis, 04 Jun 2026, 05:57 WIBMATARAM â Berada di penjara atau sekarang digunakan Bahasa yang lebih halus, Lembaga Pemasyarakatan (LP) bisa sambil belajar, termasuk bertani. Lapas Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melakukan panen perdana kacang edamame hasil tanam warga binaan di atas lahan budidaya seluas 0,9 hektare.
Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat, M. Fadli di Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Rabu, menyatakan panen perdana ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan di dalam lapas.
"Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kami laksanakan berjalan secara nyata dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi," katanya.
Keberhasilan ini juga dipandang sebagai bukti dukungan Lapas Kelas II A Lombok Barat terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI melalui pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"Panen ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya bersifat teoritis, tetapi mampu menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi, khususnya di bidang ketahanan pangan," ucapnya.
Ia menerangkan bahwa panen di atas lahan budidaya Lapas Kelas II A Lombok Barat ini berjalan secara bertahap yang dimulai pada hari ini dengan melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kerja di bidang pertanian.
Dari lahan yang dikelola tersebut, Lapas Kelas II A Lombok Barat memperkirakan hasil panen akhir akan mencapai 2 hingga 3 ton kacang edamame.
Ia pun optimistis kacang edamame hasil budidaya warga binaan mampu menembus pasar yang lebih luas melalui peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
"Kami siap berkolaborasi dengan pihak ketiga agar hasil panen ini dapat terserap pasar secara optimal. Harapannya, program pembinaan kemandirian terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan maupun masyarakat," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimker dan PHK) Lapas Kelas II A Lombok Barat, I Putu Ganesha, mengatakan bahwa budidaya kacang edamame merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui kegiatan yang memiliki nilai manfaat dan peluang usaha.
"Lahan edamame yang kami kelola memiliki luas sekitar 0,9 hektare. Panen dilakukan secara bertahap karena tingkat kematangan tanaman berbeda-beda. Untuk keseluruhan lahan, kami menargetkan hasil panen berkisar antara 2 hingga 3 ton," ucapnya.
Menurut dia, seluruh proses budidaya mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen dilakukan oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas. Selain memberikan keterampilan praktis, program ini juga diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
- Lapas
- Budi Daya Edamame
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
FTSE Russell Tunda Review Saham Indonesia, IHSG Diproyeksikan Koreksi
-
Pembangunan Sarana Perkuliahan di Lapas Madiun
-
Cak Imin Dorong ‘Kolaborasi Indonesia Berdaya’, Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen 2026
-
38 SPPG di Madiun Sudah Beroperasi dengan Menyasar 109 Ribu Penerima Manfaat
-
Solusi Cedera Olahraga Modern: Primaya Hospital Hadirkan Orthobiological Center Berbasis Stem Cell
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.