Setahun Lalu Masih di Divisi Dua, Kini Cho Wi-je Bersiap Tampil Bersama Korsel di Piala Dunia

Rabu, 03 Jun 2026, 06:30 WIB

SEOUL — Setahun lalu, Cho Wi-je masih bermain di kompetisi kasta kedua Korea Selatan. Kini, bek berusia 24 tahun itu bersiap tampil di panggung terbesar sepak bola dunia setelah mendapat panggilan mendadak ke skuad Piala Dunia 2026.

Cho masuk ke dalam tim nasional Korea Selatan sebagai pengganti bek Cho Yu-min yang harus dicoret akibat cedera kaki. Cedera tersebut terjadi setelah kemenangan telak Korea Selatan 5-0 atas Trinidad and Tobago dalam laga uji coba akhir pekan lalu.

Ket. Foto: Cho Wi-je. — Sumber: AFP

Awalnya, Cho Wi-je hanya berada di kamp latihan sebagai pemain pendamping. Namun perubahan situasi membuat namanya resmi masuk dalam daftar pemain yang akan memperkuat Taeguk Warriors di putaran final Piala Dunia.

Bagi sang pemain, semuanya terasa sulit dipercaya. "Jika seseorang mengatakan kepada saya tahun lalu bahwa saya akan pergi ke Piala Dunia 2026, saya pasti tidak akan mempercayainya," kata Cho di kamp latihan Korea Selatan di Utah, Amerika Serikat. "Rasanya seperti mimpi."

Perjalanan Cho menuju Piala Dunia menjadi salah satu kisah paling menarik dalam skuad Korea Selatan tahun ini.

Hingga Januari lalu, ia masih memperkuat Busan IPark di K League 2. Kesempatan besar datang ketika ia direkrut juara Korea Selatan, Jeonbuk Hyundai Motors, pada awal musim.

Penampilannya di kasta tertinggi sepak bola Korea langsung menarik perhatian tim pelatih tim nasional. Adaptasi cepat dan performa konsisten membuat namanya masuk radar pelatih menjelang turnamen terbesar dunia.

Kini, hanya beberapa bulan setelah debutnya di level elite domestik, Cho berkesempatan tampil melawan lawan-lawan kelas dunia di Piala Dunia.

Korea Selatan tergabung di Grup A bersama South Africa, Czech Republic, dan tuan rumah bersama Mexico.

Salah satu keuntungan terbesar yang dirasakan Cho adalah kesempatan berlatih bersama bek andalan Korea Selatan, Kim Min-jae.

Pemain yang memperkuat Bayern Munich itu telah bertahun-tahun bermain di level tertinggi Eropa dan menjadi salah satu bek terbaik Asia saat ini.

Cho mengaku banyak belajar dari seniornya tersebut."Dia memiliki begitu banyak pengalaman menghadapi penyerang-penyerang terbaik Eropa dan saya ingin menyerap sebanyak mungkin pengetahuan darinya," ujar Cho.

Menurutnya, kualitas yang paling menonjol dari Kim bukan hanya kekuatan fisik atau kemampuan bertahan, melainkan kecepatan dalam membaca permainan.

"Min-jae jauh lebih cepat dibandingkan kebanyakan pemain. Saya harus meningkatkan kecepatan berpikir dan bergerak jika ingin mencapai level seperti dirinya."

Meski mendapat peluang emas, Cho menyadari dirinya masuk ke skuad dalam situasi yang tidak ideal. Cedera yang dialami Cho Yu-min menjadi pukulan besar bagi Korea Selatan karena sang pemain berperan penting dalam perjalanan tim menuju putaran final.

"Yu-min memainkan peran yang sangat penting dalam membantu kami lolos ke Piala Dunia. Sangat berat melihatnya harus meninggalkan tim," katanya.

Karena itu, Cho merasa memiliki tanggung jawab besar untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan rekannya tersebut.

"Untuk menggantikan perannya, saya hanya harus bermain sebaik mungkin dan memberikan semua yang saya miliki."

Kisah Cho Wi-je menjadi bukti bahwa sepak bola selalu menyimpan ruang bagi kejutan. Dalam waktu kurang dari satu tahun, ia berubah dari pemain divisi dua menjadi anggota skuad Piala Dunia Korea Selatan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.