Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengelola Gunung Rinjani Minta Pendaki Antisipasi Bahaya Hipotermia

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 16:08 WIB | Oleh:
Pengelola Gunung Rinjani Minta Pendaki Antisipasi Bahaya Hipotermia Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat dari kejauhan.

MATARAM -- Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan para wisatawan atau pendaki untuk mengantisipasi suhu dingin dengan melakukan persiapan secara matang sebelum melakukan aktivitas pendakian.

"Wisatawan atau pendaki perlu persiapan matang karena kondisi cuaca saat ini terasa lebih dingin," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Rabu.

Ia meminta para wisatawan tidak lengah dengan kondisi cuaca siang yang cerah karena suhu di kawasan tersebut bisa berubah drastis saat malam hari.

"Karena pendakian yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Mari nikmati keindahan Rinjani dengan tetap mengutamakan keselamatan," katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari dalam beberapa hari terakhir merupakan tanda bahwa wilayah NTB telah memasuki musim kemarau.

Saat musim kemarau, tambah dia, udara cenderung lebih kering sehingga suhu pada malam dan pagi hari dapat turun cukup signifikan, terutama di kawasan pegunungan.

"Cuaca dingin di pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin," katanya

Bagi wisatawan yang akan melakukan pendakian, pastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik, seperti membawa jaket dan pakaian hangat yang memadai, serta menggunakan kantong tidur (sleeping bag) yang sesuai untuk suhu pegunungan.

Selain itu, pendaki diimbau menjaga kondisi fisik, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta memastikan seluruh perlengkapan pendakian dalam kondisi baik dan lengkap.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi ini kepada wisatawan dan seluruh pihak terkait guna memastikan keamanan serta keselamatan bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.