Pertamina Umumkan Harga Avtur Turun hingga 10 Persen

Senin, 01 Jun 2026, 19:35 WIB

TANGERANG – PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga bahan bakar avtur hingga 10 persen di seluruh bandar udara Indonesia. Ketentuan ini mulai berlaku sejak Senin (1/6), untuk mendukung konektivitas udara nasional.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga avtur ini menyusul penurunan harga minyak global. Menurut dia, besaran penurunan di setiap bandara bervariasi sesuai formula yang berlaku serta mempertimbangkan faktor distribusi dan logistik.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Saadatuddaraen

“Namun, secara rata-rata nasional harga avtur turun hingga 10 persen dibandingkan Mei 2026,” ujar dia, Senin.

Misalnya harga avtur di terminal bahan bakar penerbangan atau aviation fuel terminal (AFT) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yaitu dari sebelumnya seharga Rp24.580 per liter kini turun menjadi Rp22.190 per liter. Kemudian harga avtur di AFT Bandara Ngurah Rai Denpasar turun dari Rp26.190 per liter menjadi Rp23.480 per liter.

Roberth berharap penyesuaian harga ini berdampak positif pada aktivitas penerbangan domestik serta mendukung pengembangan pariwisata nasional. “Selain itu dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar dia.

Roberth mengungkapkan penurunan harga avtur dilakukan seiring tren harga energi global yang turun sepanjang Mei 2026. Menurut dia, penyesuaian harga avtur dilakukan secara berkala setiap bulan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan perhitungannya mengacu pada rata-rata harga internasional dengan referensi utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene.

“Kami mengacu pada formula yang ditetapkan regulator yaitu Kementerian ESDM, serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global,” kata dia.

Penurunan harga avtur ini berlaku di 72 terminal bahan bakar penerbangan di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk bandara-bandara utama yang strategis maupun bandara-bandara perintis.

“Kami memastikan pasokan Avtur tetap dalam kondisi aman dan andal diseluruh jaringan AFT,” kata Roberth.

Menurut dia, ini bertujuan untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah. Hal itu guna memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas udara nasional. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.