NTT Diharapkan Bisa Jadi Provinsi Ramah Lansia
Sabtu, 30 Mei 2026, 12:59 WIBKementerian Sosial (Kemensos) mendorong Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi ramah lansia melalui kolaborasi program layanan terpadu dalam rangka perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026.
âKehadiran opa dan oma pada puncak peringatan HLUN 2026 ini menunjukkan bahwa NTT siap menjadi provinsi ramah lansia,â kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo di Kupang, Sabtu. Â
Ia mengatakan, pada rangkaian peringatan HLUN ke-30 Kemensos dan Pemerintah Provinsi NTT berkolaborasi menghadirkan berbagai layanan terpadu, meliputi kesehatan, bantuan aksesibilitas, dan pendampingan sosial di 22 kabupaten/kota. Â
âSalah satunya kemarin, operasi katarak bagi sekitar 560 lansia di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang,â tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan bantuan aksesibilitas, alat bantu dengar, pemberdayaan ekonomi lansia, serta pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga guna memastikan akses layanan sosial berbasis data.Â
âKemensos juga menghadirkan layanan kewirausahaan dan home care bagi lansia yang hidup sebatang kara serta membutuhkan perhatian khusus,â ujarnya.
Supomo menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, menjadi catatan penting dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan utama dan hangat bagi lansia.
Untuk itu, Kemensos berupaya mengedukasi generasi muda melalui program Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pekerja Sosial (Peksos) Goes to School untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lansia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat perlindungan sosial bagi lansia melalui layanan, pendampingan, serta penghormatan terhadap martabat mereka.
âUsia hanyalah angka. Semakin bertambah usia, semakin kaya pengalaman yang dimiliki, sehingga kontribusinya masih sangat diharapkan,â ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk NTT sebagai tuan rumah HLUN 2026 secara nasional.
Menurut dia, tema HLUN 2026 âLansia Tangguh, Indonesia Tumbuhâ menekankan semangat ketangguhan, keteladanan, serta peran aktif lansia dalam pembangunan.
âMenjadi lansia tangguh bukan berarti tanpa keterbatasan, tetapi mereka yang tidak menyerah pada usia,â katanya.
Ia juga memastikan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui penguatan regulasi dan jaminan sosial.
Adapun puncak HLUN 2026 tersebut diisi dengan rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, senam bersama, cek kesehatan gratis, donor darah, pameran produk lansia, serta panggung hiburan.
- Peduli pada Lansia
- Budaya NTT
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Mantan Presiden SBY dan Jusuf Kalla Melayat Menhan Juwono Sudarsono
-
Bantu Warganya yang Merantau di Jakarta, Pemkab Pati Siapkan 16 Bus Mudik Gratis
-
KBRI Kamboja Luncurkan Pasar Malam Pertama di Phnom Penh
-
Harga Emas di Pegadaian pada Minggu (29/3) Pagi: UBS, Antam, dan Galeri24 Naik
-
Menitipkan Inspirasi dalam Bentang Harapan
-
Ilmuwan Membuat Peta Otak Paling Detail di Dunia dari Butiran Jaringan Otak
-
Peringati Hari Lanjut Usia Nasional 2025, Nestle Boost Optimum Hadirkan Program “Bakti Sepanjang Usia Membangun Komunitas Peduli Lansia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.