Tim Panjat Tebing Akan Menebus Kegagalan di Tiongkok Saat Berlaga di Spanyol
Kamis, 28 Mei 2026, 07:47 WIBJAKARTA â Hasil buruk dalam World Climbing Series di Tiongkok, tim panjat tebing Indonesia ingin menebusnya di World Climbing Series Madrid 2026, di Spanyol, 28-31 Mei. Di Tiongkok mereka hanya membawa pulang satu medali perunggu dua pekan lalu.
Pelatih panjat tebing disiplin speed Indonesia Galar Pandu Asmoro mengatakan timnya membawa target tampil lebih bagus dibandingkan seri sebelumnya, guna mengharumkan nama bangsa dan negara.
"Untuk disiplin speed, ini merupakan seri kedua di musim ini, jadi tentu kami ingin lebih bagus dari seri pertama di Wujiang karena ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada September," ujar dia menjelang keberangkatan tim ke Spanyol, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu.
Galar menjelaskan, untuk menghadapi seri tersebut, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan tujuh atlet guna berjuang di Alcobendas, Madrid dan mulai bertanding pada 30 Mei.
Ketujuh atlet itu terbagi atas empat putra dan tiga putri. Mereka adalah Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria. Sedangkan sektor putri diisi oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia rencananya juga memasukkan nama Kiromal Katibin dalam daftar yang dipersiapkan tampil. Namun, atlet itu batal berpartisipasi setelah mengalami cedera menjelang keberangkatan.
Galar menambahkan, persaingan nomor speed pada musim ini semakin ketat karena banyak negara terus menunjukkan peningkatan catatan waktu.
Oleh sebab itu, para atlet Indonesia diharapkan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, serta menjaga konsistensi penampilan sejak babak kualifikasi.
Pada seri Wujiang, tim Merah Putih hanya mampu membawa pulang satu medali perunggu melalui Desak Made.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi tim pelatih untuk meningkatkan performa para atlet pada seri Madrid yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC), sekaligus mengasah kemampuan untuk Asian Games 2026.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Sapi Brangus Berbobot 1,15 Ton Asal Tangerang Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
-
Penanganan Empat Konflik Harimau di Agam pada Awal Mei
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dijadwalkan Berangkat Haji Pada Tanggal Ini
-
Gudang Plastik di Kapuk Jakbar Kebakaran pada Senin Siang, hingga Malam Hari Belum Padam
-
Tim Panjat Tebing Indonesia Borong 4 Medali di World Climbing Series Krakow 2026
-
Empat Pemain Indonesia Bisa Kembali Bermain di Liga Belanda
-
Kemnaker Sebut Sertifikasi Kunci Naik Kelas Lulusan Magang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.