Memaksimalkan Peran Humas dalam Era Pembangunan

Kamis, 28 Mei 2026, 01:40 WIB

BEKASI – Kapasitas petugas kehumasan Bekasi diperkuat melalui strategi komunikasi efektif di era digital guna mendukung keberhasilan program pembangunan. “Media sosial di era digital telah menjadi ruang publik utama masyarakat dalam mengakses informasi. Tantangan pemerintah bukan sekadar berbicara, melainkan memastikan informasi disampaikan secara jelas serta tepercaya,” tutur Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, Rabu.

“Komunikasi publik saat ini sangatlah urgent, karena menyangkut kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam pembangunan,» katanya. Dia menyatakan ini dalam kegiatan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Talks di Cikarang.Yan menyatakan, melalui kegiatan kehumasan bertajuk IKP Talks ini, dia berinisiatif serta berupaya menyinergikan strategi komunikasi para perangkat daerah dalam komunikasi publik.

Ket. Foto: epala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Yan Yan Akhmad Kurnia mengedukasi operator kehumasan perangkat daerah. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Yan Yan menjelaskan Diskominfosantik mendorong media sosial perangkat daerah menjadi satu ekosistem komunikasi yang saling terhubung melalui narasi tunggal sebagaimana amanat Inpres nomor 9 tahun 2015. “Narasi tunggal bukan berarti menyeragamkan, tetapi bagaimana mengorkestrasikan seluruh suara perangkat daerah dalam satu arah komunikasi pembangunan kepada masyarakat,” katanya.

Dia mengarahkan segenap operator media sosial perangkat daerah untuk dapat menjadi ekosistem bagi media sosial Kabupaten Bekasi dalam satu kesatuan. Menurutnya, Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar Asia Tenggara dengan penduduk lebih dari tiga juta jiwa, memiliki dinamika sosial yang tinggi. Ini mulai dari isu pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan ketenagakerjaan.

Di era media sosial, lanjutnya, satu informasi yang tidak tepat atau tidak direspons dengan baik dapat memicu misinformasi hingga krisis kepercayaan publik. Maka, strategi komunikasi publik mesti dibangun secara terkoordinasi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.

“Di sinilah urgensi strategi komunikasi sebagai jawaban untuk menyikapi isu publik secara terkoordinasi dengan data akurat, pesan konsisten dan empati tinggi. Sebaik apa pun program yang kita rancang, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, semuanya akan sia-sia,” ujarnya.

Dia mengungkapkan tantangan ke depan adalah meluruskan misinformasi, sehingga masyarakat bisa disuguhkan fakta informasi yang akurat. “Kami juga mengharapkan masyarakat bisa memilah dan memilih informasi yang benar dan tidak valid,” ucapnya.

Yan Yan mengajak seluruh perangkat daerah mengubah paradigma komunikasi publik melalui media sosial sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Harapannya akan menghasilkan tata kelola komunikasi publik yang terpadu, responsif dan tepercaya.

  • Peran Humas

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.