Festival Gawe Dayak di Singkawang Bukan Cuma Meriah, UMKM Juga Dibidik Raup Cuan Besar

Kamis, 28 Mei 2026, 21:55 WIB

SINGKAWANG – Event budaya bukan cuma jadi ajang hiburan dan pelestarian tradisi, tapi juga punya dampak besar buat menggerakkan ekonomi masyarakat.

Saat festival atau pertunjukan digelar, banyak pelaku UMKM, pedagang kuliner, pengrajin, hingga jasa transportasi ikut merasakan peningkatan pendapatan karena ramainya pengunjung. Kehadiran wisatawan juga membuat perputaran uang di daerah jadi lebih hidup.

Ket. Foto: Pembukaan Gawe Dayak Naik Dango XXVI di Rumah Adat Dayak Singkawang, Kalimantan Timur. — Sumber: ANTARA/ Narwati

Karena itu, banyak pemerintah daerah mulai rutin mengadakan event budaya sebagai cara untuk menjaga tradisi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.

Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melalui panitia Gawe Dayak Naik Dango XXVI Kota Singkawang menargetkan transaksi dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp1,75 miliar selama pelaksanaan kegiatan budaya tahunan tersebut pada 27-31 Mei 2026.

Ketua Panitia Gawe Dayak Naik Dango XXVI, Andreas Aan di Singkawang, Kamis (28/5), mengatakan target tersebut didasarkan pada tingginya antusiasme masyarakat serta capaian transaksi ekonomi pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, target tersebut diharapkan tercapai melalui penjualan berbagai produk UMKM seperti kuliner tradisional, kerajinan tangan, pakaian adat, hingga produk ekonomi kreatif khas masyarakat Dayak dan pelaku usaha lokal Singkawang.

Menurut dia, ratusan stan UMKM yang ikut meramaikan kegiatan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung yang datang dari dalam maupun luar daerah.

Panitia memprediksi ribuan pengunjung akan memadati kawasan pelaksanaan Gawe Dayak Naik Dango untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya sekaligus berburu produk lokal seperti tenun, anyaman rotan, kopi lokal, hingga kuliner khas Dayak.

“Gawe Dayak tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, menegaskan Pemerintah Kota Singkawang akan terus konsisten menggelar sedikitnya 12 agenda budaya setiap tahun guna memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Konsistensi ini diharapkan menjaga Singkawang sebagai kota tujuan wisata budaya sekaligus memperkuat jati diri kota yang harmonis, toleran, dan berbudaya,” katanya.

Menurut dia, Gawe Dayak Naik Dango bukan sekadar pesta rakyat, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat citra Singkawang sebagai kota toleran yang menjunjung tinggi keberagaman.

“Dengan semangat toleransi yang kuat, Singkawang terus membuktikan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama kota,” katanya.

Gawe Dayak Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat persatuan masyarakat lintas etnis di Kota Singkawang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.