- Home
-
- Megapolitan
-
- DLH DKI Ajak Warga Jaga Ud...
DLH DKI Ajak Warga Jaga Udara Bersih Lewat Gerakan #SatuLangkahDulu
Rabu, 27 Mei 2026, 11:35 WIBJAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak masyarakat mengambil peran aktif menjaga kualitas udara melalui gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu. Kampanye yang diinisiasi melalui forum Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Kluster Udara itu mendorong warga memulai aksi sederhana dari lingkungan masing-masing demi menciptakan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.
Gerakan tersebut melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat luas. Kolaborasi dilakukan untuk menghadirkan perubahan perilaku melalui aksi sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.
Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari, mengatakan kualitas udara masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta. Menurut dia, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga perkotaan.
"Melalui kampanye #SatuLangkahDulu, kami ingin membangun semangat satu pesan dengan beragam aksi. Mulai dari kampanye media sosial, aksi bersama, praktik baik pengurangan pencemaran udara, hingga challenge untuk warga Jakarta," ujar Purwanti Suryandari di Jakarta, Selasa (26/5).
Ia menjelaskan, gerakan tersebut mengajak masyarakat melakukan langkah sederhana seperti mengurangi sumber emisi, menggunakan transportasi ramah lingkungan, hingga menerapkan gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Menurut Purwanti, langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat menciptakan perubahan besar dalam jangka panjang.
Purwanti menegaskan, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pengurangan polusi udara berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Menjelang lima abad Jakarta, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk mewariskan kota dengan udara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang," katanya.
DLH DKI Jakarta juga menyiapkan puncak rangkaian aktivasi kampanye #SatuLangkahDulu melalui penyelenggaraan Jakarta Eco Future Fest 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada 3-4 Juli 2026.
Festival itu akan menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak sekaligus ajang bertema keberlanjutan terbesar di Jakarta. Berbagai kegiatan edukasi, kampanye lingkungan, hingga aksi nyata pengurangan emisi akan dihadirkan dalam acara tersebut.
Sementara itu, Direktur Layanan Iklim Terapan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Marjuki, mengatakan tantangan pengendalian pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks. Hal itu dipengaruhi laju urbanisasi, pembangunan kota yang masif, serta dampak perubahan iklim global.
Menurut dia, fenomena urban heat island turut memperburuk kondisi kualitas udara di kawasan perkotaan. Karena itu, dibutuhkan penguatan literasi iklim dan kesadaran masyarakat untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.
"Karena itu, kita membutuhkan aksi bersama seperti #SatuLangkahDulu sebagai pemantik perubahan perilaku masyarakat secara nyata, inklusif, dan berkelanjutan," tutur Marjuki.
Ia menambahkan, BMKG terus berkomitmen menyediakan informasi kualitas udara kepada masyarakat. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, hingga aktivitas harian masyarakat.
Melalui kampanye kolaboratif tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya udara bersih semakin meningkat. Gerakan #SatuLangkahDulu juga diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya hidup yang lebih ramah lingkungan di ibu kota.
- Lingkungan Hidup
- udara bersih
- Pemprov DKI Jakarta
- Kualitas Udara Jakarta
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- DLH DKI Jakarta
- polusi udara jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Progres LRT Jakarta Velodrome–Manggarai 97,9 Persen, Siap Operasi Akhir Agustus
-
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Petir di Bagian Barat Indonesia pada Minggu
-
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditarget Selesai 2028, Diproyeksi Redam Banjir 20 Persen
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pagi Ini
-
Arah Kebijakan MUI DKI 2025–2030 Resmi Didukung Pemprov DKI Jakarta
-
Kamis Pagi, Kualitas Udara Jakarta Ketiga Terburuk di Dunia pada Kamis pagi
-
FIFA ASEAN Cup 2026: Pemprov DKI Siapkan Lapangan Soemantri dan Banteng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.