Kanada Bidik Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026

Selasa, 26 Mei 2026, 07:10 WIB

PARIS — Tuan rumah bersama tim nasional Kanada menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Setelah satu dekade terus menanjak di peringkat FIFA, Kanada kini memburu sejarah baru: meraih kemenangan pertama mereka di ajang Piala Dunia.

Dalam dua penampilan sebelumnya di Piala Dunia, yakni pada edisi 1986 di Meksiko dan 2022 di Qatar, Kanada selalu kalah dalam seluruh pertandingan fase grup. Rekor enam kekalahan dari enam laga menjadi catatan buruk yang ingin segera diakhiri.

Ket. Foto: Ilustrasi timnas Kanada. — Sumber: AFP

Pada Piala Dunia kali ini, Kanada tergabung di Grup B bersama Bosnia-Herzegovina, Qatar dan Swiss.

Pelatih asal Amerika Serikat, Jesse Marsch, menegaskan bahwa tim asuhannya datang bukan sekadar untuk menjadi pelengkap turnamen. Dengan skuad yang dihuni pemain-pemain seperti Alphonso Davies dari Bayern Munich dan Jonathan David dari Juventus, Kanada ingin melangkah sejauh mungkin.

“Kami ingin memenangkan Piala Dunia,” kata Marsch tahun lalu. “Mungkin terdengar tidak realistis, tetapi mengapa kami harus datang ke turnamen hanya untuk berpikir, ‘Mari lihat apa yang bisa kami lakukan, mungkin meraih satu kemenangan atau mencetak satu gol?’”

Meski peluang menjadi juara dunia masih sangat kecil, performa Kanada di bawah Marsch menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka sempat mengejutkan banyak pihak dengan mencapai semifinal Copa America 2024 sebelum kalah adu penalti dari Uruguay national football team pada perebutan tempat ketiga.

Tantangan utama Kanada di Grup B diperkirakan datang dari Swiss. Tim Eropa tersebut tampil konsisten dengan lolos ke enam Piala Dunia beruntun.

Swiss selalu berhasil melewati fase grup dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia pada 2014, 2018, dan 2022, meski belum pernah memenangi laga fase gugur.

Swiss tampil lebih baik di Piala Eropa 2024 setelah menyingkirkan Italia di babak 16 besar sebelum kalah adu penalti dari Inggris.

Di lini depan, Swiss mengandalkan Breel Embolo yang akan didukung Dan Ndoye dari Nottingham Forest serta winger Ruben Vargas milik Sevilla.

Sementara itu, Granit Xhaka yang kini bermain untuk Sunderland diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhirnya sebagai jangkar lini tengah Swiss.

Bosnia dan Herzegovina juga membawa sosok veteran yang diprediksi tampil untuk terakhir kalinya di Piala Dunia, yakni penyerang berusia 40 tahun Edin Dzeko.

Dzeko kembali tampil di Piala Dunia 12 tahun setelah penampilan satu-satunya pada edisi 2014 di Brasil, yang juga menjadi satu-satunya keikutsertaan Bosnia di turnamen besar.

Sang striker berperan penting dalam perjalanan Bosnia menuju putaran final 2026. Ia mencetak gol penyeimbang saat menang dramatis atas Wales national football team di playoff Cardiff sebelum Bosnia secara mengejutkan menyingkirkan Italy national football team.

Selain Dzeko, Bosnia juga berharap pada pemain muda seperti Esmir Bajraktarevic dari PSV Eindhoven serta Kerim Alajbegovic yang baru berusia 18 tahun.

Seperti Kanada, Qatar juga memburu kemenangan pertama di Piala Dunia setelah kalah dalam seluruh pertandingan fase grup saat menjadi tuan rumah pada 2022.

Perjalanan Qatar kali ini ditangani mantan pelatih Spanyol , Real Madrid, dan West Ham United, yakni Julen Lopetegui.

Lopetegui akhirnya merasakan atmosfer Piala Dunia delapan tahun setelah dipecat Spanyol tepat menjelang turnamen 2018 dimulai.

Namun, tugasnya kali ini tidak mudah. Pemanggilan striker veteran berusia 42 tahun Sebastian Soria dianggap menunjukkan terbatasnya kedalaman skuad Qatar untuk bersaing di level tertinggi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.