Wabah Ebola Mengancam Sepuluh Negara di Benua Afrika

Senin, 25 Mei 2026, 01:00 WIB

Kigali, Rwanda - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), Sabtu (23/5), memperingatkan 10 negara di Afrika berisiko terdampak wabah Ebola menyusul lonjakan kasus di Republik Demokratik (DR) Kongo. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status kewaspadaan wabah menjadi “sangat tinggi”.

Dikutip dari Antara, Kepala Africa CDC Jean Kaseya mengatakan negara-negara yang masuk kategori berisiko tinggi meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

Ket. Foto: Seorang dokter dari rumah sakit CBCA Virunga memeriksa suhu pengunjung di pos pemeriksaan yang didirikan di pintu masuk rumah sakit sebagai bagian dari langkah-langkah pencegahan Ebola di Goma, pekan lalu. — Sumber: AFP/JOSPIN MWISHA

Kecuali Ethiopia, seluruh negara tersebut berbatasan langsung dengan DR Kongo atau Uganda yang sejauh ini telah melaporkan kasus Ebola.

Africa CDC dan WHO juga mengajukan permintaan pendanaan lebih dari 314 juta dollar AS untuk membiayai respons penanganan wabah. Sebagian besar dana akan dialokasikan untuk DR Kongo dan Uganda guna mendukung pengobatan, pengawasan, dan pencegahan penyebaran virus.

Sementara itu, sekitar 54 juta dollar AS akan dibagikan kepada 10 negara berisiko tinggi lainnya untuk memperkuat kesiapsiagaan.

Langkah penanganan meliputi pembentukan sistem manajemen insiden nasional, koordinasi lintas batas, percepatan riset vaksin strain Bundibugyo, pengiriman tim tambahan, serta penempatan stok darurat.

DR Kongo mengalami lonjakan kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei di Provinsi Ituri. Penyakit tersebut kemudian menyebar ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.

WHO melaporkan sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek akibat Ebola. Dari jumlah itu, sedikitnya 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi di DR Kongo.

Di Uganda, Kementerian Kesehatan setempat pada Sabtu melaporkan tiga kasus baru sehingga total kasus terkonfirmasi dalam wabah saat ini menjadi lima.

Pemerintah DR Kongo juga menghentikan sejumlah aktivitas sosial di Ituri, pusat wabah Ebola, termasuk kegiatan olahraga guna menekan penyebaran virus.

Gubernur militer Jenderal Johnny Luboya melarang kerumunan lebih dari 50 orang di zona kesehatan Bunia, Rwampara, Mungwalu, dan Nyakunde yang terdampak lonjakan kasus.

WHO menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi “sangat tinggi”, sementara sejumlah negara tetangga memperketat langkah pencegahan, termasuk pembatasan perjalanan dari DR Kongo.

Risiko Penyebaran

Program Pangan Dunia PBB (WFP) turut memperingatkan bahwa ketidakstabilan politik dan krisis pangan di DR Kongo memperburuk risiko penyebaran Ebola.

“Wabah ini adalah perlombaan melawan waktu. Tanpa tindakan cepat dan terkoordinasi dalam skala besar, krisis kesehatan dapat berubah menjadi keadaan darurat kemanusiaan yang tak terkendali di Kongo timur dan sekitarnya,” kata Direktur WFP untuk Kongo David Stevenson.

WFP menyebut Layanan Udara Kemanusiaan PBB telah menyalurkan bantuan penting ke wilayah terdampak Ebola, termasuk daerah terpencil, di tengah memburuknya situasi keamanan di negara tersebut.

Sebanyak 26,5 juta orang di seluruh Kongo saat ini menghadapi kerawanan pangan akut, termasuk 10 juta orang yang mengalami kelaparan parah di empat provinsi timur, yakni Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tanganyika.

Menurut WFP, pihaknya bersama pemerintah Kongo, WHO, dan organisasi mitra terus meningkatkan respons darurat untuk mencegah wabah berkembang menjadi bencana kemanusiaan berskala besar.

Ratusan pekerja kemanusiaan dan puluhan ton pasokan medis darurat telah dikirim ke Kongo. Kota Bunia kini menjadi pusat logistik utama, dengan lebih dari 46 ton kargo telah tiba dan didistribusikan ke sedikitnya 14 wilayah untuk mendukung penanganan Ebola.

Pada Minggu, WHO menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo di DR Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Sejauh ini, lebih dari 750 kasus dugaan Ebola dan 177 kematian telah dilaporkan.

  • wabah ebola

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.