- Home
-
- Luar Negeri
-
- Uni Eropa Kecam Serangan R...
Uni Eropa Kecam Serangan Russia ke Ukraina
Senin, 25 Mei 2026, 02:45 WIBKYIV - Russia menghujani Kyiv dengan serangan misil dan pesawat tak berawak besar-besaran yang menewaskan empat orang, kata pihak berwenang pada Minggu (24/5). Serangan itu terjadi setelah Presiden Vladimir Putin mengancam akan membalas serangan Kyiv ke Ukraina timur yang diduduki Russia.
Sejumlah ledakan keras terdengar di ibu kota Ukraina sepanjang dini hari, menurut laporan wartawan AFP, dalam serangan yang menurut angkatan udara melibatkan 600 drone dan 90 misil.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan bahwa serangan Russia itu juga melukai 12 orang di wilayah Kharkiv, 11 orang di wilayah Cherkasy, dan tujuh orang di wilayah Dnipropetrovsk.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua orang tewas di ibu kota dan puluhan lainnya terluka, sementara kepala wilayah Kyiv di sekitarnya mengatakan dua orang juga tewas di sana. âSerangan terhadap sebuah sekolah telah memicu kebakaran dan serangan lain terhadap pusat bisnis menyebabkan orang-orang terjebak di tempat penampungan,â ucap Klitschko.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan Russia telah menembakkan misil hipersonik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan melukai 69 orang di ibu kota dalam serangan tersebut.
"Tiga misil Russia menghantam fasilitas penyediaan air, sebuah pasar terbakar, puluhan bangunan tempat tinggal rusak, beberapa sekolah, dan dia (Putin) meluncurkan (misil hipersonik) Oreshnik ke Bila Tserkva (di Ukraina tengah)," kata Presiden Zelenskyy di Telegram.
"Mereka benar-benar gila," imbuh dia.
Militer Russia mengkonfirmasi telah meluncurkan misil Oreshnik ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa serangan  itu sebagai tanggapan atas serangan teroris Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Russia.
Ledakan di ibu kota menyebabkan sebuah bangunan tempat tinggal di dekat distrik pemerintahan berguncang, sementara puluhan orang berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota.
"Russia menemui jalan buntu di medan perang, jadi mereka meneror Ukraina dengan serangan yang disengaja terhadap pusat-pusat kota," tulis diplomat tertinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, di X. "Kabar bahwa Moskwa menggunakan misil balistik jarak menengah berkemampuan nuklir Oreshnik adalah taktik menakut-nakuti politik dan permainan adu kekuatan nuklir yang sembrono.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga ikut mengkritik, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut menandakan jalan buntu dari perang agresi Russia.
Pembalasan
Ukraina sendiri sebenarnya telah memperkirakan serangan besar-besaran Russia tersebut setelah pasukan mereka sendiri melancarkan serangan pesawat tak berawak ke Starobilsk, di wilayah timur negara yang diduduki Russia, yang menurut Moskwa mengenai asrama mahasiswa dan menewaskan sedikitnya 18 orang.
Starobilsk terletak sekitar 65 kilometer dari garis depan di Ukraina timur. Kota ini direbut oleh pasukan Russia pada bulan-bulan awal serangan pada tahun 2022.
Serangan pesawat tak berawak yang dilancarkan pada Kamis (21/5) malam hingga Jumat (22/5) pagi itu dan merupakan salah satu serangan paling mematikan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, juga melukai 42 orang di kota tersebut, yang terletak di wilayah Lugansk yang diduduki.
Kyiv membantah telah menargetkan warga sipil, walau Ukraina secara rutin menargetkan wilayah-wilayah yang dikuasai Russia menggunakan drone dengan alasan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas serangan Russia. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.