Seorang Kakek Dilaporkan Hilang di Saluran Irigasi Wajo

Senin, 25 Mei 2026, 15:55 WIB

MAKASSAR -- Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Langasi (70 tahun) dilaporkan hilang diduga tenggelam lalu terbawa arus sungai setelah terjatuh di saluran irigasi Desa Wage, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Setelah menerima informasi dari BPBD Wajo, kami segera menggerakkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar Muhammad Arif Anwar dalam keterangan yang diterima di Makassar, Senin.

Ket. Foto: Tim SAR Gabungan mencari korban di bawah pohon tumbang pada saluran irigasi usai dilaporkan hilang usai terjatuh dan tenggelam diduga terseret arus, Senin (25/5/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar

Informasi itu diterima petugas comm center Kantor Basarnas Kelas A Makassar dari BPBD Wajo pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 15.20 WITA setelah kejadian pukul 13.00 WITA. Korban dilaporkan tenggelam dan terseret arus saluran irigasi yang berada sekitar 600 meter dari rumahnya.

Dari keterangan saksi, korban terlihat terbawa arus, bahkan sempat akan ditolong oleh warga sekitar. Karena derasnya arus saluran irigasi itu menyebabkan upaya pertolongan tidak berhasil dilaksanakan.

Atas laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Bone diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 15.35 WITA dengan membawa peralatan pendukung operasi SAR.

Tim rescue dari Pos Bone tiba pada malam hari setelah menempuh perjalanan selama dua jam. Namun demikian, operasi pencarian hari pertama belum dilakukan, sebab menunggu koordinasi dengan pihak pemerintah setempat dan keluarga korban.

"Hari ini, tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan menyisir area saluran irigasi dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik keberadaan korban. Tim gabungan melaksanakan briefing dan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU)," ujarnya.

Arif mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel dan peralatan guna mempercepat proses pencarian korban. Selain itu, telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pelaksanaan pencarian korban.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat agar operasi pencarian ini dapat berjalan secara optimal," kata Arif.

Ia menambahkan pencarian hari kedua ini, setelah menerima laporan dilakukan dengan memperluas area pencarian melalui pembagian sektor pencarian (SRU) guna memaksimalkan efektivitas operasi.

"Strategi ini dilakukan untuk memperluas area pencarian mulai dari saluran irigasi hingga sungai Walanae yang menjadi jalur potensial terbawanya korban. Kami berharap dengan pengerahan personel, peralatan, dan metode pencarian yang lebih luas korban segera ditemukan," ujarnya.

Pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WITA dengan pembagian tugas SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan metode body rafting dari lokasi kejadian menuju muara saluran irigasi yang terhubung ke sungai Walanae sejauh kurang lebih satu kilometer.

SRU 2 melakukan pencarian menggunakan dua unit perahu karet di sungai Walanae, mulai dari muara saluran irigasi hingga wilayah Bonto Tenne sejauh sekitar lima kilometer, dan SRU 3 melakukan pencarian menggunakan satu unit perahu karet dari Bonto Tenne hingga Jembatan Cappie sejauh sekitar lima kilometer.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, dari Basarnas, SAR Brimob, BPBD Kabupaten Wajo, Damkar Kabupaten Wajo, PMI Wajo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil operasi SAR di lapangan.

  • Terseret Arus Sungai

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.