Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah

Senin, 25 Mei 2026, 10:38 WIB

TANJUNGPINANG - Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menggelontorkan satu ton beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan 1.800 liter MinyaKita pada operasi pasar murah yang digelar pemerintah daerah setempat.

Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan beras medium dan minyak goreng dijual murah atau di bawah harga pasaran guna membantu masyarakat jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ket. Foto: Masyarakat antre beli MinyaKita pada pasar murah di halaman Gedung Tengku Mandak, Bincen, Kota Tanjungpinang, Kepri, Minggu (24/5/2026). — Sumber: ANTARA

"Beras medium lima kilogram dijual Rp58.000, sedangkan minyak goreng Rp15.000 per liter," kata Arief pada acara pasar murah di halaman Gedung Tengku Mandak, Bincen, Kota Tanjungpinang, Minggu.

Ia menyebutkan komoditas pangan tersebut ludes terjual dalam kurun waktu satu jam, yang menandakan tingginya antusiasme masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Menurut Arief, Bulog mendukung penuh Pemkot Tanjungpinang melaksanakan operasi pasar murah guna menjaga stabilisasi harga pangan, terutama dalam menyambut hari-hari besar nasional dan keagamaan.

Apalagi ketersediaan beras medium Bulog Tanjungpinang saat ini mencapai 2.050 ton, atau mampu bertahan selama tiga sampai empat bulan ke depan.

"Permintaan beras SPHP terus meningkat dari waktu ke waktu, karena harganya murah dan berkualitas baik," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Tanjungpinang Riany menyebutkan operasi pasar kali ini menyediakan sejumlah komoditas pokok dengan harga di bawah pasaran, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain menjual beras dan minyak goreng, katanya, pasar murah juga menjual gula pasir ukuran satu kilogram seharga Rp14.000 per kilogram.

Ia menjelaskan khusus gula pasir, harga di pasaran saat ini telah mencapai kisaran Rp18.000 per kilogram, sehingga selisih harga dalam operasi pasar sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Dengan harga Rp14.000 di operasi pasar, ini tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok," ujar dia.

Riany berharap kegiatan operasi pasar ini dapat menjaga kestabilan harga, menekan inflasi daerah, serta meringankan beban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.