Svitolina Redam Ekspektasi Gelar Roland Garros Meski Tampil Impresif di Roma

Minggu, 24 Mei 2026, 06:00 WIB

PARIS - Elina Svitolina datang ke Prancis Open dengan status salah satu unggulan setelah tampil impresif di Roma. Namun petenis Ukraina itu memilih menjaga ketenangan dan menolak membebani dirinya dengan target meraih gelar Grand Slam perdana.

Svitolina baru saja menjuarai Italian Open usai menundukkan juara bertahan Roland Garros, Coco Gauff, di partai final pekan lalu. Dalam perjalanan menuju gelar, petenis berusia 31 tahun itu juga menyingkirkan nomor dua dunia Elena Rybakina serta mantan ratu tenis dunia Iga Swiatek.

Ket. Foto: Elina Svitolina. — Sumber: AFP

Kesuksesan di Roma menjadi gelar terbesar Svitolina sejak kembali bermain setelah cuti melahirkan putrinya dari sesama petenis, Gael Monfils, pada tahun 2022.

Meski kini menempati peringkat ketujuh dunia dan disebut sebagai salah satu kandidat juara di Paris, Svitolina menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam tekanan.

“Saya hanya mencoba fokus pada permainan dan performa saya, tidak terlalu jauh memikirkan apakah saya bisa memenangkan gelar atau tidak,” ujar Svitolina, Sabtu (23/5) waktu setempat.

Svitolina akan memulai perjalanannya di Roland Garros menghadapi petenis Hungaria, Anna Bondar.

Menurutnya, jalan menuju gelar Grand Slam masih sangat panjang dan membutuhkan kesiapan fisik maupun mental yang sempurna.

“Masih banyak pertandingan yang harus dimenangkan untuk meraih gelar itu. Anda harus benar-benar siap secara fisik dan mental,” katanya.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Yang terpenting sekarang adalah fokus ke babak pertama, menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan, dan siap menghadapi apa pun yang datang.”

Sepanjang kariernya, Svitolina sudah beberapa kali menembus perempat final di turnamen Grand Slam, tetapi Roland Garros tetap menjadi satu-satunya major yang belum pernah memberinya tempat di delapan besar.

Meski demikian, ia mengaku sudah berdamai dengan perjalanan kariernya, terlepas dari apakah dirinya akhirnya mampu meraih gelar Grand Slam atau tidak.

“Tidak apa-apa jika saya tidak pernah memenangkan Grand Slam,” ucap Svitolina.

“Karena jika Anda tidak bisa menerima itu, saya pikir Anda bisa terus menyiksa diri sendiri dan tidak pernah benar-benar bahagia dengan apa yang Anda lakukan di lapangan.”

Svitolina menilai dirinya kini memiliki sudut pandang yang lebih dewasa dibanding saat masih muda, ketika obsesi meraih Grand Slam sering kali menjadi tekanan mental besar.

“Saya masih percaya bisa memenangkan Grand Slam. Tetapi saya juga akan baik-baik saja jika itu tidak terjadi atau memang bukan jalan saya,” katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.