Peringatan 20 Tahun Gempa Bumi 2006 di Monumen Gempa Bantul
Minggu, 24 Mei 2026, 23:53 WIBYogyakarta - Pemerintah Kabupaten Bantul bersama dengan masyarakat menyelenggarakan acara Peringatan 20 Tahun Gempa Bumi 2006 di Monumen Gempa, Potrobayan, Pundong, Bantul sebagai titik episentrum gempa kala itu.
"Tujuan acara untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi, khususnya yang diakibatkan Sesar Opak," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin di Yogyakarta, Minggu.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, diselenggarakan sejak pagi hingga malam pada Sabtu (23/5), mulai dari Susur Sesar Opak bersama 180 Palang Merah Remaja (PMR), pameran foto dan peralatan teknologi kebencanaan serta kegiatan sarasehan pada malam harinya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan tujuan dari peringatan dua dekade gempa bumi tersebut bukan semata mengajak untuk meratapi derita dan kehilangan 20 tahun lalu, tetapi untuk membangkitkan perjuangan mewujudkan Bantul yang tangguh, waspada dan berdaya.
"Peringatan ini untuk menyiapkan diri agar kita mampu menghadapi bencana apapun yang mungkin terjadi di masa yang akan datang," katanya.
Ia menilai warga Bantul sepenuhnya menyadari akan sikap kewaspadaan yang perlu ditingkatkan, terutama mereka yang sadar telah ditakdirkan hidup di wilayah Cincin Api Pasifik.
"Bantul berada di sisi Selatan yang berpotensi terjadi gempa bumi, tsunami, termasuk gunung api meletus. Warga Bantul harus menyadari posisi ini," kata Halim.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), lanjutnya, perlu dilakukan untuk menghadapi ancaman bencana yang terus mengintai warga Bantul ke depannya.
"Kita tidak mungkin menghilangkan potensi bencana, yang bisa dilakukan hanya mengurangi risiko bencana," katanya.
Ia berharap acara peringatan yang setiap tahun dilakukan tersebut bisa meningkatkan daya tanggap, ketangguhan, kewaspadaan, dan keberdayaan warga Bantul untuk menghadapi bencana.
Terlebih anak-anak yang lahir setelah tahun 2006 yang belum pernah mengalami goncangan gempa bumi yang dahsyat.
"Kita berikan informasi bahwa 20 tahun lalu, Bantul pernah diguncang gempa dahsyat hingga sekitar 5.500 warga meninggal," kata Halim.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.