Khofifah Sebut Bansos Bentuk Kepedulian pada Masyarakat Rentan

Minggu, 24 Mei 2026, 11:38 WIB

KEDIRI - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut bantuan sosial merupakan kepedulian pemerintah bagi masyarakat ekonomi rentan guna mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi.

“Penyaluran bansos senilai Rp1,819 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jatim memperkuat perlindungan sosial, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangannya di Kediri, Minggu (24/5).

Ket. Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat penyerahan bantuan sosial di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026). — Sumber: Pemprov Jatim

Ia pemerintah terus ikhtiar agar tingkat kesejahteraan masyarakat makin baik. Karena itu kali ini ia menyalurkan bantuan sosial dan tali asih untuk warga Kota Kediri senilai Rp1,819 miliar.

Program bantuan sosial ini merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera, yang menjadi pijakan mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045. 

Ia menyebut fokus pemerintah saat ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu.

Khofifah juga menekankan bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diharapkan mampu memberikan efek ganda terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya selalu sampaikan ke semua supaya menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” katanya.

Ia mengapresiasi seluruh pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada kerja keras para pendamping sosial, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Tagana, dan seluruh pilar sosial. Pengabdian semua adalah bagian penting dari upaya kita menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Khofifah juga berharap sinergi antar-pilar sosial terus diperkuat, disertai peningkatan integritas dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat di lapangan.

“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis perlindungan sosial di Jatim akan semakin responsif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata dia.

Sementara itu total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim mencapai Rp1,794 miliar, dengan rincian Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk 485 keluarga, masing-masing Rp2 juta per tahun. Selanjutnya Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) bagi 265 buruh pabrik rokok, masing-masing Rp1 juta per tahun.

Ada juga bantuan kemiskinan ekstrem untuk 125 penerima, masing-masing Rp1,5 juta per tahun, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 55 penerima, masing-masing Rp3,6 juta per tahun.

Berikutnya KIP (Kewirausahaan Inklusif dan Produktif) PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) Jawara untuk 24 penerima, masing-masing Rp3 juta per tahun, serta bantuan operasional dan tali asih bagi 48 pilar sosial, meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

Sementara itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan kegiatan penyaluran bansos ini merupakan bentuk penguatan perhatian serta kepedulian masyarakat terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Ini diberikan kepada berbagai kelompok dan pilar kesejahteraan di Kota Kediri, bantuan ini penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat serta bentuk penguatan semangat, perhatian dan keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Vinanda.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.