Festival Budaya Nusantara Ini Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Minggu, 24 Mei 2026, 18:38 WIB

JAKARTA – Indonesia dikenal sebagai negara multikultur karena memiliki ribuan suku dan ratusan bahasa daerah yang sangat unik. Keberagaman tradisi lokal ini berhasil memikat wisatawan mancanegara sekaligus diakui oleh dunia internasional sebagai warisan berharga.

Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari adat istiadat, bahasa, hingga kesenian tradisional yang turun-temurun. Berbagai festival budaya tahunan diadakan untuk melestarikan warisan leluhur dan ciri khas tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Pexels.com

Beberapa festival budaya dikenal sudah mendunia. Simak, festival kebudayaan paling unik di nusantara yang tetap lestari hingga saat ini dan menjadi magnet wisatawan mancanagara, melansir dari berbagai sumber:

1.Festival Kerapan Sapi

Festival pacuan sapi khas Madura rutin berlangsung setiap Agustus hingga September dan selalu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Pengunjung dapat menyaksikan sepasang sapi menarik kereta kayu sambil berlomba cepat melawan peserta lainnya sepanjang lintasan tertentu.

Lintasan Karapan Sapi biasanya memiliki panjang sekitar seratus hingga dua ratus meter dengan suasana kompetisi sangat meriah setiap tahunnya. Sebelum perlombaan dimulai, pemilik sapi umumnya memberikan perawatan khusus karena tradisi tersebut diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

2. Atraksi Adat Lompat Batu Asal Nias

Festival lompat batu berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara, dan dikenal masyarakat lokal dengan sebutan Fahombo hingga sekarang. Keunikan budaya Nias tersebut pernah menghiasi uang pecahan seribu rupiah tahun 1992 sebagai simbol warisan budaya Indonesia terkenal.

Dalam pertunjukan tradisional ini, para pemuda melompati susunan batu tinggi sebagai simbol ketangkasan dan keberanian masyarakat setempat. Bagi warga Nias, tradisi tahunan setiap Agustus melambangkan kedewasaan sekaligus menghadirkan kebanggaan besar bagi keluarga mereka masing-masing.

3. Tradisi Erau Khas Kutai Kartanegara

Kata Erau berasal dari bahasa Kutai “eroh” yang menggambarkan suasana meriah, ramai, serta penuh kebahagiaan bagi masyarakat setempat. Festival budaya tersebut termasuk perayaan tertua Indonesia karena sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Kutai pada zaman dahulu berkembang.

Saat ini, Festival Erau menjadi bagian peringatan hari jadi Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur setiap tahunnya berlangsung meriah. Perayaan berskala internasional tersebut berlangsung selama beberapa hari dan mendapat pengakuan lembaga folklor dunia dibawah UNESCO secara resmi.

4. Festival Tradisional Pasola Khas Sumba

Tradisi Pasola memadukan kemampuan berkuda dan melempar lembing sebagai bagian perayaan tahun baru kepercayaan Marapu masyarakat Sumba. Atraksi budaya tersebut menghadirkan suasana meriah sekaligus menunjukkan keberanian para peserta dalam mengikuti ritual adat turun-temurun setempat.

Pelaksanaan Pasola hanya berlangsung pada beberapa kampung tertentu di wilayah Sumba Barat dengan jadwal bergantian setiap tahunnya.

Tradisi tersebut biasanya digelar antara Februari hingga Maret dan selalu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah setiap tahunnya.

Beragam festival tradisional tersebut membuktikan Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa yang tetap bertahan ditengah perkembangan zaman modern saat ini.

Melalui pelestarian budaya daerah, generasi muda diharapkan semakin mengenal tradisi nusantara sekaligus menjaga identitas bangsa bersama kedepannya. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.