Mahkamah Agung Tak akan Hentikan Penangkapan Senator Dela Rosa

Kamis, 21 Mei 2026, 02:45 WIB

MANILA - Mahkamah Agung Filipina pada Rabu (20/5) menolak untuk memblokir penangkapan seorang senator buronan yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas perannya dalam perang narkoba mematikan di negara itu.

Putusan sementara tersebut membuka jalan bagi potensi penangkapan Senator Ronald Dela Rosa, mantan kepala kepolisian nasional yang merupakan penegak hukum utama dalam kampanye penindakan keras narkoba yang digagas mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Ket. Foto: Seorang demonstran yang mukanya dibubuhi tulisan “Tangkap Bato” berunjuk rasa di luar gedung Senat di Metro Manila, Filipina, pada Senin (18/5). Pada Rabu (20/5) Mahkamah Agung menolak untuk memblokir penangkapan seorang senator buronan Ronald “Bato” Dela Rosa yang dicari ICC atas perannya dalam perang narkoba mematikan di Filipina. — Sumber: AFP/Jam STA ROSA

"Mahkamah Agung, dalam pemungutan suara 9-5-1, menolak permohonan perintah penahanan sementara dan/atau perintah status quo ante yang diajukan oleh Senator Ronald ‘Bato’ Dela Rosa," demikian pernyataan pengadilan.

Pekan lalu, ICC melayangkan surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa yang dituduh bersama Duterte dan pelaku lainnya melakukan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan.

Agen pemerintah mencoba menangkap Dela Rosa pada hari yang sama, tetapi pimpinan senat pro-Duterte menggagalkan upaya tersebut dan memberinya perlindungan.

Dela Rosa kemudian meninggalkan senat menuju lokasi yang tidak diketahui setelah insiden penembakan antara agen pemerintah dan personel keamanan senat yang membuat para senator bergegas mencari perlindungan di kantor mereka.

Duterte ditangkap tahun lalu dan saat ini sedang menunggu persidangan oleh ICC di Den Haag atas tuduhan yang berasal dari pemberantasan narkoba.

"Untuk saat ini, dapat kami katakan bahwa surat perintah penangkapan terhadap Senator Bato Dela Rosa masih berlaku," kata juru bicara Presiden Ferdinand Marcos Jr, Claire Castro, kepada wartawan.

Dela Rosa menjabat sebagai kepala kepolisian nasional dari tahun 2016 hingga 2018 selama fase awal kampanye antinarkoba Duterte dan terpilih untuk dua periode enam tahun berturut-turut di Senat pada tahun 2019 setelah pensiun dari kepolisian.

Penyelidikan Penembakan

Sementara itu petugas keamanan dari Senat Filipina sedang diselidiki karena melepaskan tembakan tanpa provokasi saat Senator Dela Rosa mencari perlindungan di gedung Senat, kata para pejabat pada Selasa (19/5).

Pihak berwenang Filipina telah mempresentasikan temuan awal mereka terkait insiden tersebut dalam sebuah pengarahan publik pada Selasa, di mana Menteri Dalam Negeri Juanito Victor Remulla mengidentifikasi Sersan Pengawal Senat Mao Aplasca sebagai orang yang melepaskan tembakan pertama.

Menurut Remulla, tembakan yang dilepaskan Aplasca di luar gedung tersebut memicu seorang agen pemerintah untuk melepaskan tembakan peringatan sebagai balasan.

“Semua bukti menunjukkan bahwa tidak ada serangan terhadap Senat,” kata Remulla, seraya menambahkan bahwa agen pemerintah tidak pernah menginjakkan kaki di dalam gedung Senat.

Kepala Kepolisian Jose Nartatez mengatakan bahwa Aplasca telah dipanggil untuk pemeriksaan polisi agar senjatanya diuji, tetapi ia belum mematuhi panggilan tersebut. Rekaman CCTV yang disita oleh penyelidik dari Senat tampaknya menunjukkan Aplasca menembakkan senapan.

Aplasca adalah mantan teman sekelas Dela Rosa dan mengatakan dalam sebuah sesi  wawancara dengan televisi lokal bahwa dialah yang melepaskan tembakan peringatan pertama ketika melihat sekelompok pria bersenjata yang menurutnya mencoba memasuki Senat.

Ketua Senat Alan Peter Cayetano juga mengatakan bahwa petugas keamanan melepaskan tembakan peringatan karena dikhawatirkan Senat telah diserang.

Di tengah hiruk pikuk itu, Nartatez mengatakan bahwa Senator Dela Rosa kemungkinan meninggalkan Senat pada 13 Mei dengan kendaraan yang terdaftar atas nama sekutunya, Senator Robin Padilla, menuju tujuan yang tidak diketahui. AFP/I-1

  • Dela Rosa

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.