• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • ITSec Asia Dukung Pengemba...

ITSec Asia Dukung Pengembangan Talenta Anak SMP Subang yang Berhasil Meretas NASA

Rabu, 20 Mei 2026, 20:35 WIB

JAKARTA — ITSec Asia menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melalui pengembangan talenta lokal serta penguatan solusi keamanan digital berbasis AI.

Ket. Foto: Patrick Dannacher - President Director ITSec Asia, bersama Firoos Ghatfaan Ramadhan. ITSec Asia memberikan dukungan kepada pelajar berusia 14 tahun asal Subang yang berhasil menemukan kerentanan keamanan pada platform berskala global. — Sumber: ITsec Asia

Perusahaan berkode saham CYBR tersebut menilai pengembangan talenta muda menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ketahanan digital nasional di tengah meningkatnya ancaman siber dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, ITSec Asia memberikan dukungan kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan, pelajar berusia 14 tahun asal Subang yang berhasil menemukan kerentanan keamanan pada platform berskala global.

Dukungan itu diberikan melalui Cyber Talent Indonesia Scholarship Program berupa perangkat kerja yang digunakan untuk menunjang aktivitas riset dan pengembangan kemampuan teknis Firoos.

President Director ITSec Asia, Patrick Dannacher, mengatakan tantangan utama di sektor keamanan siber saat ini bukan hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kesiapan talenta.

“Kita sering bicara soal ancaman siber, tapi jarang membahas kesiapan talenta. Faktanya, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global. Yang belum kita bangun secara serius adalah ekosistem yang mendukung mereka untuk terus berkembang,” ujar Patrick melalui keteranganya pada hari Rabu (20/5).

Menurut perusahaan, keberadaan talenta muda seperti Firoos menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Namun, potensi tersebut dinilai membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat berkembang secara optimal.

ITSec Asia juga menyebut langkah tersebut sejalan dengan komitmen anak usahanya, ITSec Cyber & AI Academy, dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta keamanan siber di Indonesia.

Melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan, akademi tersebut diharapkan mampu membangun fondasi ekosistem keamanan siber yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Selain fokus pada pengembangan talenta, ITSec Asia juga memperkenalkan inisiatif pengembangan solusi keamanan digital berbasis AI guna mendukung sistem pertahanan digital yang lebih adaptif dan otonom.

Perusahaan turut memperkenalkan pengembangan IntelliBroń Aman versi Enterprise dan School yang ditujukan untuk mendukung perlindungan digital di sektor bisnis dan pendidikan melalui pendekatan keamanan yang lebih terpusat dan adaptif.

Menurut ITSec Asia, solusi IntelliBroń Aman telah diunduh lebih dari 200 ribu kali dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi keamanan digital yang sesuai dengan kebutuhan berbagai sektor di Indonesia.

Patrick mengatakan pengembangan teknologi dan penguatan talenta harus berjalan beriringan dalam membangun ketahanan digital nasional.

“Harapannya, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi dan berkontribusi bagi ketahanan digital nasional,” kata Patrick.

ITSec Asia menilai pengembangan ekosistem AI dan keamanan siber merupakan investasi jangka panjang yang penting bagi masa depan Indonesia di era digital.

  • keamanan siber
  • Cyber Security
  • Keamanan Siber
  • ITSEC Asia
  • kecerdasan buatan (AI)
  • talenta digital
  • Ketahanan Digital
  • Firoos Ghathfaan Ramadhan
  • Patrick Dannacher
  • ITSEC Cyber & AI Academy

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.