Kemenag Gelar Lomba Video Tepuk Sakinah, Diikuti Beragam Usia dari Milenial hingga Gen Z

Selasa, 19 Mei 2026, 20:06 WIB

JAKARTA - Kementerian Agama menggelar lomba video Tepuk Sakinah bagi masyarakat umum, khususnya generasi Z, yang kini telah diikuti oleh 103 karya video untuk kemudian diseleksi sebagai video yang paling kreatif.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan lomba Tepuk Sakinah sebagai inovasi edukasi keluarga sakinah bagi generasi muda, serta memperkuat ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian di Indonesia.

Ket. Foto: Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi dalam konsinyering lomba video tepuk sakinah. — Sumber: ANTARA/HO-Kemenag

“Yang paling penting bagi kita adalah menghadirkan layanan terbaik. Jadi yang harus kita sadari bersama, kita ini adalah pelayan masyarakat,” ujar Zayadi di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurutnya, masyarakat yang dilayani Kemenag sangat dinamis dan terdiri atas beragam kelompok usia, mulai dari generasi milenial, Gen Z, generasi alfa, hingga kelompok usia yang lebih tua. Karena itu, pendekatan layanan dan edukasi harus terus beradaptasi.

Ia mengatakan kreativitas menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Program tidak harus mahal, tetapi perlu memiliki unsur kebaruan agar lebih menarik dan mudah diingat.

“Tidak harus mahal, tetapi harus memiliki kebaruan. Sesuatu yang memiliki kebaruan akan menjadi lebih menarik dan lebih mudah diingat masyarakat,” katanya.

Zayadi juga mengingatkan bahwa Kemenag saat ini bekerja di ruang publik yang sangat terbuka. Karena itu, setiap layanan dan program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membangun citra positif KUA.

“Jangan sampai ada jarak antara layanan yang kita berikan dengan kebutuhan masyarakat,” kata dia.

Ia menjelaskan pendaftaran Lomba Video Tepuk Sakinah telah ditutup dengan total 103 karya yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 karya berasal dari kategori ASN dan 47 karya dari kategori masyarakat umum. Saat ini, proses penilaian tengah berlangsung.

Menurut Zayadi, edukasi bagi remaja dan keluarga tidak lagi efektif jika disampaikan dengan pendekatan yang terlalu teoritis. Materi bimbingan harus dikemas lebih ringan, menarik, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Format bimbingan remaja usia sekolah, bimbingan remaja usia nikah, maupun bimbingan keluarga sakinah jangan terlalu berat secara teori. Harus lebih seru, mudah diingat, dan mudah dipraktikkan dari A sampai Z,” ujarnya.

Selain edukasi digital, Kemenag juga menyediakan layanan konsultasi keluarga di Kantor Urusan Agama (KUA). Masyarakat yang membutuhkan pendampingan atau konsultasi terkait persoalan keluarga dapat mengakses layanan tersebut di KUA terdekat. Ant

  • Tepuk Sakinah

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.