Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Penumpukan Residu, Pemkot Jakarta Barat Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 01:40 WIB | Oleh:
Atasi Penumpukan Residu, Pemkot Jakarta Barat Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Kondisi tumpukan sampah sebelum dibersihkan di pinggir Jalan Inspeksi Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (30/3) sore.

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) kini bergerak cepat mengintensifkan gerakan pemilahan sampah langsung dari sumbernya, mulai dari tingkat rukun warga (RW), sekolah, hingga kawasan perkantoran. 

"Sumbernya bisa di permukiman, sekolah, kantor, taman, pasar dan sebagainya. Kita berharap semua entitas di wilayah itu sudah mulai melakukan pemilahan," kata Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah saat meninjau pemilahan sampah di areal Taman Gajah RT 006 RW 03, Meruya Selatan, Senin.

Iin mengatakan, pengurangan sampah di sumbernya dilakukan sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.

"Ini memastikan bahwa persoalan sampah harus mulai kita kurangi dari sumbernya," tutur Iin.

Menurutnya, pemilahan sampah pada dasarnya, memisahkan sampah organik, an organik dan residu.

“Sampah an organik bisa ditabung atau diolah di Bank Sampah. Sampah organik seperti daun-daun, diolah menjadi pupuk kompos untuk dimanfaatkan kembali. Sehingga sampah residu yang menjadi persoalan di tempat sampah akan sedikit,” kata dia.

Pihaknya pun siap menjalankan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya bersama masyarakat dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, melalui Satuan Pelaksana Sudin LH pada masing-masing kecamatan.

Selain itu, ia juga meminta RW-RW yang sudah menerapkan pemilahan sampah agar menjadi percontohan bagi RW lainnya.

"Melakukan pemilahan sampah dari sumbernya secara bersama," imbuh Iin.

Diketahui, Jakarta Barat masih dihadapkan dengan tingginya timbulan sampah, yakni sekitar 807.966 ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, hanya 212.450 ton atau sekitar 26 persen yang sudah dimanfaatkan kembali setiap tahunnya.

Salah satu faktor sampah menumpuk di sejumlah titik di Jakarta Barat adalah pembatasan kuota pembuangan wilayah itu ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, dari 308 truk menjadi 190 truk per hari.

Pembatasan itu imbas insiden longsor pada 8 Maret lalu di TPST terbesar di Asia Tenggara itu.

Kondisi itu membuat pengangkutan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) wilayah Jakarta Barat terhambat. Namun di saat yang sama, produksi sampah masyarakat tak turut berkurang. Penumpukan sampah pun tak terhindarkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.