• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Simak Jadwal Serta Niat Le...

Simak Jadwal Serta Niat Lengkap Puasa Dzulhijjah 2026 dan Hari Raya Idul Adha

Minggu, 17 Mei 2026, 16:45 WIB

JAKARTA - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Hijriah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci dan perayaan Hari Raya Idul Adha, bulan ini juga menghadirkan kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya melalui puasa sunnah.

Berdasarkan penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah, 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, umat Muslim sudah dapat mulai menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah sejak tanggal tersebut hingga 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.

Ket. Foto: Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Hijriah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci dan perayaan Hari Raya Idul Adha, bulan ini juga menghadirkan kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya melalui puasa sunnah. — Sumber: Pexels

Mengacu pada informasi dari Badan Amil Zakat Nasional, puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan mulai 1 hingga 9 Dzulhijjah. Sementara pada 10 Dzulhijjah, umat Islam dilarang berpuasa karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Berikut jadwal lengkap puasa Dzulhijjah 2026:

  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026

  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026

  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026

  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026

  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026

  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026

  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026

  • 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026

  • 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

Sedangkan Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, menunggu keputusan resmi sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pelaksanaan puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan, diperbolehkan menggabungkan niat qadha dengan puasa sunnah Dzulhijjah.

Dalam kitab yang dikutip ulama Sayyid Bakri Syatha melalui fatwa Al-Barizi disebutkan bahwa seseorang yang berniat qadha puasa saat bertepatan dengan hari Arafah tetap berpeluang mendapatkan pahala kesunnahan puasa Arafah.

Niat puasa sunnah dapat dilakukan sejak malam hari setelah matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Namun karena termasuk puasa sunnah, umat Muslim yang lupa berniat pada malam hari tetap diperbolehkan berniat di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, paling lambat sebelum waktu zuhur.

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah:

  • Puasa 1–7 Dzulhijjah
    Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
    Nawaitu shauma tarwiyata sunnah lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
    Nawaitu shauma arafata sunnah lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

Puasa Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena dilaksanakan pada hari-hari terbaik dalam Islam. Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Idul Adha.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.