Prancis Tolak Berikan India Akses ke Teknologi Sensitif Peperangan Elektronik Rafale

Jumat, 03 Apr 2026, 03:48 WIB

PARIS - Pemerintah Prancis menolak memberikan kode sumber sistem elektronik jet tempur Rafale kepada India, yang seharusnya memungkinkan India untuk memodernisasinya secara mandiri.

Defence Security Asia melaporkan hal ini.

Ket. Foto: Jet tempur Rafale Angkatan Udara dan Luar Angkasa Prancis selama latihan “Topaz”. 27 Januari 2026. Kredit foto: Armée de l'Air et de l'Espace. — Sumber: Istimewa

Penolakan tersebut menyangkut elemen-elemen kunci dari avionik, khususnya radar Thales RBE2, unit pemrosesan data modular MDPU—yang secara efektif berfungsi sebagai "otak" pesawat—dan rangkaian peperangan elektronik SPECTRA.

Dari Militarnyi, lihak Prancis menganggap teknologi-teknologi ini sangat sensitif dan harus dilindungi secara ketat.

Di tengah keputusan ini, pertanyaan tetap terbuka mengenai kesepakatan skala besar untuk membeli hingga 114 jet Rafale tambahan di bawah program Pesawat Tempur Multi-Peran (MRFA) India, yang diperkirakan bernilai sekitar 36 miliar dolar AS.

Berdasarkan rencana awal, 12–18 pesawat akan dikirim dari Prancis dalam bentuk jadi. Semua jet tempur lainnya akan diproduksi di India sebagai bagian dari program lokalisasi produksi pertahanan.

Salah satu syarat utama New Delhi adalah setidaknya 30 persen komponen dalam pesawat yang dirakit secara lokal harus buatan India. Dengan latar belakang ini, masih belum jelas apakah Prancis akan mentransfer teknologi pesawat lainnya ke India.

Kontrol atas kode sumber sangat penting secara strategis, karena menentukan kemampuan untuk mengintegrasikan sistem senjata nasional dan melakukan modernisasi ekstensif pesawat tanpa keterlibatan pabrikan.

Kode sumber adalah sekumpulan instruksi perangkat lunak yang mendefinisikan secara tepat bagaimana elektronik tersebut bekerja.

Pada saat yang sama, menurut data yang tersedia, Russia menawarkan India akses penuh ke kode sumber jet tempur generasi kelima Su-57E, termasuk dokumentasi desain dan hak untuk melakukan perubahan.

Dengan demikian, penolakan Prancis secara efektif berarti bahwa India akan tetap bergantung pada persetujuan Paris untuk melakukan peningkatan atau perubahan signifikan pada fungsionalitas sistem di dalam pesawat.

Selain itu, jika terjadi perubahan politik, India berisiko menghadapi pembatasan akses terhadap pembaruan avionik, yang berpotensi berdampak pada kemampuan tempur angkatan udaranya.

  • Jet Tempur Rafale

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.