Kampung Tematik Malang Dipoles, Wisatawan Jangan Cuma Lewat

Minggu, 17 Mei 2026, 22:10 WIB

MALANG – Penguatan daya tarik pariwisata menjadi langkah penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi daerah.

Upaya ini tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga kualitas infrastruktur, kebersihan, layanan wisata, hingga penguatan identitas budaya lokal yang menjadi ciri khas suatu wilayah.

Ket. Foto: Foto Arsip - Wisatawan berjalan kaki di tepian sungai yang membelah kawasan Kampung Heritage Kayutangan, di Kota Malang, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/ Vicki Febrianto

Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, daerah dituntut menghadirkan pengalaman wisata yang lebih kreatif dan berkesan agar mampu menarik wisatawan untuk datang kembali.

Pengembangan event budaya, wisata kuliner, hingga promosi digital menjadi strategi yang kini semakin banyak digunakan untuk memperluas daya tarik pasar wisata.

Selain mendongkrak pendapatan sektor pariwisata, penguatan destinasi juga memberi efek berganda terhadap usaha mikro, transportasi, perhotelan, dan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

Karena itu, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dinilai penting agar pertumbuhan kunjungan tetap berjalan tanpa mengorbankan lingkungan dan budaya lokal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur mendorong pengelola kampung tematik di wilayah setempat agar lebih berinovasi guna mendukung penguatan daya tarik pariwisata.

"Inovasi soal kesenian lokal di kampung tematik sangat penting agar jangan sampai ada titik jenuh yang dirasakan wisatawan sehingga perlu ada inovasi oleh pengelola dan kelompok sadar wisata (pokdarwis)," kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi di Kota Malang, Sabtu.

Baihaqi menyampaikan inovasi pada kesenian lokal bukan berarti menghilangkan esensi dan nilai yang sudah ada, tetapi justru akan memperkaya unsur kearifan lokal.

Ia menyebut kampung tematik di Kota Malang tersebar 23 lokasi, namun hanya ada sekitar 10 titik yang aktif, di antaranya Kampung Heritage Kayutangan, Kampung Biru Arema, Kampung Tridi, Kampung Wisata Tempe Sanan, Kampung Gribig Religi, dan Kampung Warna-Warni.

Pemkot Malang, kata dia sebenarnya punya komitmen untuk mengoptimalkan seluruh kampung tematik untuk memperkaya opsi pilihan tujuan wisata bagi para wisatawan.

"Kampung tematik itu seleksi alam, yang benar-benar punya kemauan keras untuk meningkatkan inovasi, mengangkat kekuatan lokal pasti akan bertahan," ucap dia.

Baihaqi menyampaikan telah memikirkan langkah untuk mereaktivasi kampung tematik yang tidak aktif dengan berkolaborasi bersama banyak pihak, khususunya pengelola.

Ketika upaya tersebut berhasil, bukan tidak mungkin daya tarik wisata di Kota Malang terus meningkat dan lebih bersaing dengan daerah lain.

Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa kesuksesan dalam memenuhi target kunjungan wisata pada 2026 juga bertumpu pada keterlibatan para pengelola kampung tematik.

Hingga triwulan I 2026 Kota Malang telah dikunjungi sebanyak 807.160 wisatawan. Sedangkan target kunjungan tahun ini ditetapkan 3,4 juta wisatawan.

Dari data itu, angka kunjungan masih didominasi wisatawan nusantara dengan jumlah 797.365 orang dan 9.766 orang lainnya adalah wisatawan mancanegara.

"Maka dari itu kekuatan lokal justru sengat memberikan pengaruh besar terhadap daya tarik pariwisata," kata dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.