Bulog Serap 200 Ton Jagung di Tuban, Target Nasional Hampir 200 Ribu Ton!
Minggu, 17 Mei 2026, 13:40 WIBTUBAN â Perum Bulog kembali menegaskan perannya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan melalui penyerapan hasil Panen Raya Jagung Kuartal II di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Panen Raya Jagung Kuartal II yang diinisiasi Polri, bersamaan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan dan launching operasional 166 SPPG Polri. Acara diikuti serentak oleh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia bersama pemerintah daerah.
Sebagai offtaker strategis, Bulog menyerap jagung pipil kering langsung dari petani. Melalui kerja sama dengan Polri, petani mendapat pendampingan agar hasil panen terserap dengan harga layak sebesar Rp6.400/kg di gudang Bulog. Langkah ini menjadi wujud kehadiran negara menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan memastikan hasil panen masuk ke rantai pasok pangan nasional secara terstruktur.
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kontribusi Polri dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung. Ia menyebut kedekatannya dengan dunia pertanian sudah terjalin sejak memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia hingga masa aktif di TNI.
âKedekatan saya dengan petani membuat saya memahami pentingnya mereka sebagai pilar utama kedaulatan pangan. Banyak pengalaman menerima hasil bumi langsung dari masyarakat desa, seperti singkong dan jagung,â ujar Presiden.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mentan Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Dirut Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani.
Dirut BULOG menyampaikan, pihaknya menyerap 200 ton jagung dari panen raya di Tuban. Secara nasional, total penyerapan Bulog hampir mencapai 200.000 ton. Untuk mendukung itu, Bulog telah menyiapkan gudang khusus jagung dengan kapasitas hampir 350 ribu ton. Pembangunan gudang ketahanan pangan oleh Polri juga akan disinergikan untuk menambah kapasitas penyimpanan.
âHasil serapan akan disalurkan kembali melalui program SPHP Jagung. Hingga 31 Desember 2026, kami menargetkan penyaluran 242 ribu ton untuk 5.541 peternak dengan populasi unggas sekitar 53 juta ekor,â kata Rizal.
Program SPHP Jagung disiapkan untuk menjaga keterjangkauan harga pakan bagi peternak, khususnya peternak ayam petelur. Dengan begitu, Bulog tidak hanya menyerap hasil panen petani, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha peternakan sebagai bagian rantai pangan nasional.
Sinergi Bulog dan Polri menjadi langkah konkret memperkuat ekosistem pangan. Di hulu, petani mendapat kepastian penyerapan dengan harga layak. Di hilir, peternak memperoleh akses jagung pakan yang lebih terjaga melalui program stabilisasi.
Bulog berkomitmen menjaga stabilisasi harga dari dua sisi, yaitu produsen di tingkat petani dan konsumen di tingkat peternak. Melalui penyerapan dan penyaluran terukur, stabilitas pasokan dan harga jagung diharapkan tetap terjaga.
Berita Terkait:
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Hasil Piala FA: Chelsea Melaju ke Final Usai Singkirkan Leeds United 1-0
-
Bantuan Pangan 60% Cair! 20 Juta Warga Sudah Terima Beras Bulog
-
Stok beras nasional tembus 5 juta ton
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
-
Teknologi Benih Baru Siap Lindungi Jagung Nasional dari Serangan Ulat Grayak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.