Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Sepak Bola Kanada

Jumat, 15 Mei 2026, 06:30 WIB

TORONTO, KANADA- Kanada akhirnya bersiap menikmati panggung terbesar sepak bola dunia setelah perjalanan panjang selama lebih dari satu abad. Tepat 150 tahun sejak pertandingan sepak bola terorganisasi pertama di Kanada digelar pada tahun 1876, sepak bola Kanada kini memasuki era baru dengan status tuan rumah Piala Dunia 2026.

Saat Kanada menghadapi Bosnia-Herzegovina pada tanggal 12 Juni mendatang dalam laga pertama mereka di Piala Dunia yang digelar di tanah sendiri, pertandingan itu akan menjadi simbol kebangkitan sepak bola di negara yang selama ini identik dengan hoki es.

Ket. Foto: Timnas Kanada. — Sumber: AFP

Kini sepak bola telah berkembang menjadi olahraga dengan jumlah partisipan terbesar di Kanada, dengan hampir satu juta pemain terdaftar. Piala Dunia 2026 diyakini akan semakin mempercepat pertumbuhan olahraga tersebut di seluruh negeri.

Kanada dijadwalkan menjadi tuan rumah 13 pertandingan selama turnamen, terdiri dari enam laga di Toronto dan tujuh pertandingan di Vancouver. Tim nasional Kanada juga akan menghadapi Qatar serta Swiss pada Grup B.

Meski demikian, catatan Kanada di Piala Dunia masih jauh dari membanggakan. Dalam dua penampilan sebelumnya, yakni di Piala Dunia 1986 di Meksiko dan edisi 2022 di Qatar, Kanada selalu kalah dalam enam pertandingan yang mereka jalani.

Namun pelatih asal Amerika Serikat Jesse Marsch menegaskan timnya tidak sekadar hadir sebagai pelengkap turnamen.

“Kami ingin memenangkan Piala Dunia,” kata Marsch dalam wawancara tahun lalu.

“Mungkin terdengar konyol, tetapi mengapa kami datang ke turnamen hanya untuk berpikir mungkin bisa menang sekali atau sekadar mencetak gol?”

Menurut Marsch, pola pikir seperti itu adalah bagian dari masa lalu sepak bola Kanada.

Optimistis Marsch bukan tanpa alasan. Kanada kini diperkuat generasi pemain yang disebut sebagai skuad terbaik sepanjang sejarah negara tersebut. Di antaranya terdapat bintang Bayern Munich Alphonso Davies dan striker Juventus Jonathan David.

“Standar tim ini terus berkembang. Kami tahu grup kami tidak mudah dan segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk tersingkir lebih awal. Tetapi kami percaya pada diri sendiri dan kualitas pemain kami,” ujar Marsch.

Perkembangan Kanada juga terlihat dari ranking FIFA mereka. Pada 2015, tim nasional putra Kanada berada di posisi ke-116 dunia. Satu dekade kemudian, mereka berhasil menembus peringkat 26 dunia.

Kanada mulai menunjukkan kekuatannya di kawasan CONCACAF ketika tampil impresif pada kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan finis di atas Mexico dan United States.

Meski tersingkir di fase grup Piala Dunia Qatar usai kalah dari Belgia, Kroasia dan maroko, Kanada tampil mengejutkan pada 2024 Copa América dengan menembus semifinal sebelum dihentikan juara dunia Argentina.

Menariknya, banyak pemain utama Kanada berasal dari latar belakang keluarga imigran. Jonathan David lahir di New York dari orang tua Haiti sebelum pindah ke Kanada saat kecil. Davies lahir di kamp pengungsian di Ghana dari orang tua Liberia sebelum menetap di Kanada pada usia lima tahun. Sementara gelandang Ismaël Koné yang kini bermain untuk US Sassuolo Calcio lahir di Pantai Gading.

“Memang ada keterikatan budaya yang berbeda-beda, tetapi rasa cinta mereka sebagai orang Kanada dan bermain untuk tim nasional Kanada sangat kuat,” kata Marsch.

“Saya sangat terkesan dengan komitmen dan kecintaan mereka terhadap tim, negara, dan apa yang mereka wakili.”

Federasi sepak bola Kanada berharap penampilan tim nasional di Piala Dunia kali ini bisa memberikan dampak jangka panjang seperti yang pernah terjadi di Amerika Serikat setelah Piala Dunia 1994.

CEO Canada Soccer Kevin Blue percaya perjalanan panjang Kanada di turnamen akan meningkatkan popularitas sepak bola secara signifikan.

“Jika Kanada melangkah jauh dan mampu menghadirkan kisah yang menarik, itu akan menciptakan permintaan besar terhadap sepak bola di masa depan, dalam berbagai bentuk,” ujar Blue.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.