Branding Wisata Cirebon Bisa Makin Kuat Lewat Kirab Budaya
Jumat, 15 Mei 2026, 22:30 WIBCIREBON â Penguatan branding daerah kini menjadi hal penting agar sebuah wilayah punya identitas yang lebih dikenal dan mudah diingat.
Branding yang kuat tidak hanya membantu menarik wisatawan, tetapi juga bisa membuka peluang investasi, memperluas pasar produk lokal, hingga meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya sendiri.
Di sisi lain, citra daerah yang dibangun secara konsisten dapat menjadi nilai tambah di tengah persaingan antarwilayah yang semakin ketat.
Karena itu, promosi yang kreatif, penguatan budaya lokal, dan pemanfaatan media digital menjadi langkah penting agar potensi daerah bisa lebih dikenal luas.
Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyebut kegiatan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran 2026, memberikan dampak positif terhadap penguatan branding Cirebon sebagai daerah wisata budaya dan sejarah di Jabar
Daddy saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat (15/5), mengatakan kegiatan budaya tersebut mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan terhadap potensi budaya yang dimiliki Kota Cirebon, khususnya keberadaan keraton serta warisan sejarah.
Menurut dia, pelaksanaan kirab budaya pada 10 Mei 2026 juga memberikan efek berantai terhadap sektor ekonomi masyarakat karena aktivitas usaha meningkat selama kegiatan berlangsung.
âBegitu ada kirab saja, banyak pedagang yang memetik hasil. Tukang parkir sibuk, hunian hotel naik, dan masih banyak efek lainnya,â katanya.
Ia menuturkan dampak ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan budaya, dapat memperkuat citra daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Kota Cirebon, kata dia, juga mendapat perhatian khusus dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, melalui rencana penataan empat keraton yang ada di kota tersebut.
Ia menuturkan empat keraton yang dimaksud meliputi Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kaprabonan yang akan ditata agar lebih bersih dan tertata.
Daddy menekankan penataan kawasan keraton dan lingkungan sekitar, akan semakin memperkuat identitas Kota Cirebon sebagai tujuan wisata budaya di Jabar.
âKhusus bagi Kota Cirebon, empat keraton di Kota Wali itu dijanjikan penataan serius oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi,â katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berencana memperbaiki trotoar, membersihkan jalan, serta menata sungai di sekitar kawasan budaya, termasuk Kota Cirebon, agar lingkungan menjadi lebih rapi dan menarik bagi wisatawan.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sebelumnya menyampaikan penataan tersebut dilakukan, untuk mengembalikan suasana historis dan kenyamanan kawasan budaya di Kota Cirebon sehingga wisatawan dapat tinggal lebih lama di daerah tersebut.
âMaka saya mengajak kepada Bupati juga Wali Kota, mari kita gunakan cinta dalam menata wilayah," tuturnya.
- branding
- wisata budaya
- wisata sejarah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Riset Global: Kredibilitas Jadi Tantangan Utama Merek di Era Jawaban AI
-
Pangdam XIII/Merdeka Motivasi Prajurit Wilayah Perbatasan
-
Primaya Hospital Kelapa Gading Luncurkan Pusat Penanganan GERD dan Dialisis Modern Terintegrasi
-
Pemerintah Kaji Ulang Aturan E-Commerce, Pengawasan Platform Digital Siap Diperketat
-
Kaya Kurkumin, Inilah Deretan Manfaat Air Kunyit Bagi Kesehatan
-
Ritual Adat Tiwah Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya
-
Mitsubishi Fuso Hadirkan Ekosistem “Zero Down Time” di GIICOMVEC 2026 untuk Dukung Logistik Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.