- Home
-
- Megapolitan
-
- Dua Dapur MBG di Jakarta B...
Dua Dapur MBG di Jakarta Barat Ditutup Sementara usai Sidak Dudung Abdurachman
Kamis, 14 Mei 2026, 05:45 WIBJakarta - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menemukan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG bermasalah saat menginspeksi secara mendadak dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka kelola di Jakarta Barat.
Dudung, yang saat ini memimpin Kantor Staf Presiden (KSP), pun langsung melaporkan hasil temuannya itu ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan pada Rabu, BGN menjatuhkan sanksi berupa penutupan sementara (suspend) dua dapur MBG tersebut serta menonaktifkan SPPG selaku pengelolanya.
Dua dapur MBG yang bermasalah itu berlokasi di daerah Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan.
Dudung saat mengecek dapur MBG tersebut pada Selasa (12/5), menemukan kondisi dapur yang kotor, terlihat dari tumpukan sampah hingga temuan adanya belatung.
Dudung menekankan inspeksi mendadak yang dilakukan berkala oleh dirinya merupakan bentuk pengawasan langsung untuk mengecek pelaksanaan MBG sebagai program prioritas pemerintah.
"Jadi, memang menurut saya (dapur-dapur tersebut, red.) itu tidak layak dan itu oleh kepala BGN langsung direspons sehingga di-suspend. Saya lihat begitu," kata Dudung saat berbicara di kantornya, Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pada kesempatan sama, Kepala Staf Kepresidenan juga menekankan para penerima manfaat MBG yang terdiri atas anak sekolah, ibu hamil, dan balita harus mendapatkan makanan dengan kualitas terbaik, yaitu yang gizinya terjamin dan kebersihannya terjaga.
Dudung juga berkomitmen akan lanjut mengecek dapur-dapur MBG lainnya di daerah-daerah lain, termasuk menindaklanjuti aduan masyarakat terhadap SPPG dan dapur MBG yang dicurigai bermasalah.
"Ini yang saya sidak dan saya akan cek ke beberapa daerah. Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat, ada hal-hal yang prosesnya, dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman, dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan standar," kata Dudung.
Pada kesempatan itu, Dudung memperingatkan SPPG-SPPG yang saat ini mengelola dapur MBG, kemudian para investor dan yayasan yang menaungi SPPG, untuk tidak menjadikan program MBG sebagai "ladang bisnis" atau tempat mengeruk uang sebesar-besarnya, kemudian mengorbankan kualitas makanan yang mereka produksi untuk para penerima manfaat.
"Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan (Kepala BGN) agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan. Ini agar betul-betul diwaspadai," ujarnya.
- Dapur MBG
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pengawasan Rantai Pasok Jaga Harga Pangan Ramadan Tetap Stabil
-
Legislator: Konflik Sosial dan Penyimpangan Pengelolaan Hutan di Jawa Imbas Lemahnya Pengawasan
-
Edukasi Program MBG Goes To School di Depok
-
SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang
-
Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta dalam Kategori Baik
-
Perekrutan Penipu di Myanmar Marak
-
Kenaikan harga buah-buahan saat Ramadhan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.