- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Pertimbangkan Serius La...
AS Pertimbangkan Serius Lanjutkan Aksi Militer
Rabu, 13 Mei 2026, 00:15 WIBKonflik Timur Tengah
Washingt on DC â Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (11/5) dilaporkan sedang mempertimbangkan secara serius untuk melanjutkan aksi militer di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan Fox News, Gedung Putih setelah komunikasi dengan Trump tengah mempertimbangkan kelanjutan Operation Project Freedom untuk memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz, dengan kemungkinan perluasan peran militer AS.
Sementara itu, CNN melaporkan bahwa Trump semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam proses negosiasi penyelesaian konflik.
Ia disebut lebih serius mempertimbangkan opsi operasi militer skala besar dibanding beberapa pekan sebelumnya.
âGencatan senjata berada dalam kondisi kritis, di mana dokter masuk dan berkata, âTuan, orang yang Anda cintai memiliki peluang sekitar satu persen untuk bertahan hidup,ââ katanya kepada wartawan.
Sumber yang dikutip menyebutkan Trump mulai kehilangan kesabaran karena Selat Hormuz masih ditutup.
Ia juga menilai adanya perpecahan di internal kepemimpinan Iran yang menghambat tercapainya kesepakatan terkait isu nuklir.
Di internal pemerintahan AS sendiri, terdapat perbedaan pandangan.
Sebagian pejabat mendukung pendekatan keras dengan opsi pengeboman terarah berkelanjutan untuk melemahkan posisi Iran, sementara kelompok lain masih mendorong jalur diplomasi sebagai solusi konflik.
Selain itu, peran Pakistan sebagai mediator dalam perundingan ASâIran juga menjadi sorotan Washington.
Berdasarkan laporan CNN, pemerintah AS masih meragukan sejauh mana Islamabad menyampaikan posisi kedua pihak secara objektif dalam proses mediasi.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa arah kebijakan AS dalam konflik Timur Tengah masih belum final, dan kemungkinan besar tidak akan diputuskan sebelum kunjungan Trump ke Tiongkok pada 13â15 Mei.
Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel disebut melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata pada 8 April.
Namun, setelah perundingan lanjutan di Islamabad tidak membuahkan hasil, situasi kembali memanas.
Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali konflik, AS dilaporkan mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhanpelabuhan Iran.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat
-
AI Anthropic Diklaim Tembus Hampir Semua Sistem Rahasia NSA dalam Hitungan Jam, Pemerintah AS Langsung Bertindak
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.