DPRD DKI Desak Masyarakat Hapus Stigma Lansia Sebagai Beban Sosial

Jumat, 03 Jul 2026, 15:05 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Menurutnya, lansia bukanlah kelompok yang menjadi beban, melainkan tetap memiliki peran strategis dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Elva menilai masih banyak stigma negatif yang melekat terhadap lansia di tengah masyarakat. Padahal, mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, beraktivitas, dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki.

Ket. Foto: Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Menurutnya, lansia bukanlah kelompok yang menjadi beban, melainkan tetap memiliki peran strategis dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. — Sumber: Pexels

“Lansia tetap memiliki peran dan harus diberi ruang untuk berkarya,” ujar Elva.

Politisi PSI tersebut juga mengutip pesan dalam syair Hidup Lansia Sukacita dan Berkarya karya Teolog Weinata Sairin. Menurutnya, syair tersebut mengandung ajakan agar para lansia tetap percaya diri, menjalani masa tua dengan penuh harapan, serta tidak terbelenggu oleh pandangan negatif mengenai usia.

Elva menegaskan bahwa memasuki usia senja bukan berarti seseorang harus berhenti berkegiatan. Lansia masih dapat mengisi keseharian melalui aktivitas sosial, keagamaan, hingga berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Yang terpenting adalah tetap aktif, optimistis, dan menjaga semangat hidup,” kata Elva.

Ia juga mengingatkan bahwa jumlah penduduk lansia di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 57 juta jiwa pada 2045 sehingga diperlukan kesiapan pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan yang ramah bagi kelompok usia tersebut.

Elva turut mengutip pandangan Guru Besar Gerontologi Universitas Respati Indonesia, Tri Budi W. Rahardjo, yang menilai pendampingan terhadap lansia sangat penting. Pendampingan tersebut bertujuan menjaga kemampuan fungsional, mempertahankan kondisi kesehatan, sekaligus mencegah ketergantungan terhadap perawatan jangka panjang.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Neneng Hasanah menilai pendampingan menjadi salah satu faktor utama agar lansia tetap mandiri dan produktif. Menurutnya, dukungan yang tepat akan membuat para lansia lebih percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Pendampingan membuat lansia tetap berdaya dan percaya diri,” kata Neneng.

Politisi Partai Demokrat tersebut menambahkan bahwa lansia yang masih memiliki kemampuan perlu diberikan kesempatan untuk terus berkarya di berbagai bidang. Mereka dapat tetap berkontribusi sebagai tenaga pengajar, konsultan, pelaku usaha, maupun berbagi pengalaman kepada generasi yang lebih muda.

Neneng juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan agar lansia dapat menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, dan tetap memiliki makna dalam kehidupan. Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang lansia sebagai beban, melainkan sebagai sumber pengalaman dan pengetahuan yang berharga.

“Cara memandang bahwa lansia adalah beban harus diubah,” tegas Neneng.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.